BREAKING NEWS
 

Per 17 Juli, Aplikasi Pemesanan Tiket Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 18 Juli 2025 09:29 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menutup sementara pemesanan tiket melalui aplikasi eRinjani, serta aktivitas pendakian pada jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, mulai 17 Juli 2025 hingga waktu yang ditentukan kemudian.

Pengunjung yang telah memiliki tiket, tetap dapat melakukan pendakian sesuai tanggal yang tertera pada tiket.

Baca juga : Per 15 Juli, WNA Bisa Ajukan Visa Pendidikan Non Formal, Biaya Mulai Rp 6 Juta

Informasi lebih lanjut terkait hal tersebut dapat diperoleh melalui situs resmi https://rinjaninationalpark.id, email: erinjani.cs@gmail.com, telepon (0370) 641155 / 0811 283 939, serta Instagram @btn_gn_rinjani
 
"Kami mohon pengertian dan kerja sama seluruh pihak. Terima kasih," demikian pernyataan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Kamis (17/7/2025).

Adsense

Untuk diketahui, belakangan ini terdata tiga musibah kecelakaan di Gunung Rinjani, yang melibatkan tiga pendaki asing. Pertama, pendaki asal Brazil bernama Juliana Marins tewas akibat jatuh ke jurang, saat mendaki puncak Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun, pada 21 Juni 2025. Lokasi jatuhnya berada di kawasan Cemara Tunggal.

Baca juga : ID FOOD Dukung Satgas Pangan Tindak Gula Rafinasi Ilegal

Kedua, pendaki asal Swiss bernama Benedikt Emmenegger terjatuh di jalur yang sama pada 16 Juli 2025.

Emmenegger yang memulai pendakian dari jalur Sembalun pada 15 Juli 2025, berhasil dievakuasi dengan helikopter ke Bali untuk mendapat perawatan medis. Akibat kejadian itu, Emmenegger mengalami patah tulang.

Baca juga : Perbaikan Jalan, Gerbang Tol Tomang Dalam Kota Ditutup Sementara Sabtu Malam

Ketiga, pendaki perempuan asal Belanda bernama Sarah van Hulten (26) jatuh di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, Kamis (17/7/2025) siang. Menurut informasi dari Badan Taman Nasional Gunung Rinjani, pendaki asal Belanda itu mengalami patah leher dan pendarahan di kepala. Kondisinya sadar, namun sangat beresiko untuk dilakukan evakuasi manual/darat. Karena itu, evakuasi dilakukan dengan menggunakan helikopter. Saat ini, korban sedang menjalani perawatan di RS BIMC Kuta Bali.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense