RM.id Rakyat Merdeka - Bukan hanya kata-kata, tapi aksi nyata. Begitulah yang dilakukan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi saat mengisi kegiatan "Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila" di Desa Ciwaru, Ciemas-Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat (1/8/2025).
Mulanya, di hadapan 500 warga setempat, Yudian menekankan betapa pentingnya Pancasila hadir dalam kehidupan sehari-hari. "Gotong royong membangun desa, toleransi beragama, dan kejujuran berdagang adalah wujud konkret Pancasila," seru doktor jebolan McGill University, Montreal-Kanada itu.
Sejurus kemudian, Yudian menawarkan beasiswa bagi anak-anak para nelayan di pesisir pantai Palangpang, Ciwaru. "Iya, ini ada beasiswa yang saya berikan secara pribadi. Untuk anak-anak nelayan yang kurang mampu atau yatim piatu," ungkapnya.
Guru Besar UIN Sunan Kalijaga itu mempersilakan para peminat beasiswa untuk segera mendaftarkan diri. "Kalau ada yang mau, silahkan hubungi staf saya. Untuk didata ya," ceplosnya.
Baca juga : BPIP Sebagai Wadah Pancasila Dalam Tata Kelola Negara
Diketahui, Yudian telah mendirikan Pondok Pesantren Nawesea, Sekolah Sunan Averroes dan SMA Santri Pancasila di Yogyakarta. Semua aspek akademisnya memadukan Al Qur’an, Pancasila serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). "Nanti siswa ini (penerima beasiswa) akan ditempatkan di pondok pesantren. Bebas biaya apapun," janjinya.
Air mata Yudian pun menetes tatkala menyoal lembaga pendidikannya yang akan berusaha membantu mewujudkan Generasi Emas 2045. "Diharapkan nanti setelah lulus, anak-anak dapat memiliki karakter Pancasila yang kuat dari segala bidang ilmu," kata Yudian. "Multi disiplin ilmu ini yang harus dimiliki oleh generasi masa depan kita," tandasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi XIII DPR Dewi Asmara mengingatkan pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi budaya asing.
"Kadang kita hafal Pancasila, tapi lupa mengamalkannya. Jangan sampai kita kehilangan jati diri karena pengaruh budaya luar. Pancasila harus menjadi kompas moral kita," ujar Dewi.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Kembali Salurkan Santunan kepada PMI Meninggal Dunia
"Kita tidak hanya maju karena ekonomi atau prestasi, tapi karena memiliki moral berdasarkan Pancasila dan akhlak mulia," imbuhnya.
Politisi Golkar itu pun yakin masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh sangat berpotensi menjadi percontohan gerakan kebajikan Pancasila berbasis budaya lokal dan gotong royong.
"Kami di DPR siap mendukung gerakan ini agar menjangkau seluruh desa," tegasnya.
Adapun Deputi I BPIP Prakoso mengatakan, kegiatan ini selaras dengan misi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran. Khususnya misi pertama, Penguatan Ideologi Pancasila, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Baca juga : Bos OJK Pastikan Nilai-nilai Pancasila Dalam Pengawasan Sektor Jasa Keuangan
"Pancasila tidak boleh hanya menjadi kenangan sejarah. Ia harus menjadi warisan hidup yang menjaga persatuan bangsa," selorohnya.
Prakoso mengajak semua elemen masyarakat, ormas, tokoh agama, pemerintah, dan generasi muda untuk membumikan nilai-nilai Pancasila. "Bukan hanya dari Sabang sampai Merauke. Masyarakat Sukabumi ini sejatinya berkarakter religius, berbudaya dan bergotong royong. Daerah ini contoh ideal dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila secara nyata," beber Prakoso.
Hadir pula dalam acara, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Ujang Abdurrohim Rochmi, perangkat desa, tokoh agama, tokoh adat, dan warga setempat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.