BREAKING NEWS
 

Kolom Abu Lewotobi Laki-laki Tembus 18 Km, BNPB Minta Warga Jauhi Kawasan Rawan

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Sabtu, 2 Agustus 2025 19:40 WIB
Kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki. Foto: PVMBG

RM.id  Rakyat Merdeka - Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meletus. Letusan yang terjadi pada Jumat (1/8) malam pukul 20.48 WITA itu menyemburkan kolom abu hingga mencapai 18.000 meter atau 18 Km di atas puncak gunung. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut erupsi ini sebagai salah satu fase terbesar sejak status AWAS diberlakukan pertengahan Juni lalu.

Letusan ini disertai durasi cukup panjang, tercatat selama 14 menit 5 detik. Aktivitas vulkanik masih terpantau tinggi hingga Sabtu (2/8). Pemerintah pun terus melakukan upaya tanggap darurat, termasuk penanganan warga yang masih berada di sekitar zona rawan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi secara daring bersama pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur pada Sabtu (2/8) pagi. 

Baca juga : Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Ke Level IV, Jauhi Radius 7 Km Dari Pusat Erupsi

Dalam rapat tersebut, ia meminta Pemerintah Kabupaten Flores memastikan tidak ada lagi warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB). Warga diminta tetap berada di luar radius 6 kilometer dari puncak gunung, serta 7 kilometer di sektor barat daya hingga timur laut. 

“Erupsi kali ini tidak ada korban jiwa, namun terpantau masih ada warga Desa Boru yang belum meninggalkan kawasan rawan bencana,” ujar Suharyanto.

BNPB juga menargetkan penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) tahap ketiga pada pertengahan Agustus 2025. Dari total 100 kopel yang direncanakan, 68 di antaranya sudah rampung.

Adsense

Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, memang dikenal dengan karakter erupsi eksplosifnya. Gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut ini tidak hanya melontarkan material pijar, tetapi juga membentuk awan panas dan potensi lava. Dalam satu setengah tahun terakhir saja, PVMBG telah enam kali menetapkan status AWAS atau Level IV.

Baca juga : Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter

Kepala PVMBG Hadi Wijaya mengingatkan bahwa potensi erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi. Berdasarkan pengamatan terakhir, erupsi kali ini muncul lebih cepat dari perkiraan. 

“Kejadian erupsi biasanya diperkirakan akan terjadi selang 4 jam pasca tanda-tanda kegempaan, namun pada erupsi Jumat malam, erupsi terjadi dua jam pasca pemberitahuan tanda-tanda kegempaan,” jelas Hadi.

Letusan besar pada 1 Agustus tidak hanya memicu sebaran abu vulkanik ke permukiman warga, tapi juga menimbulkan dampak pada sektor penerbangan. 

Citra satelit Himawari yang dirilis Sabtu pagi menunjukkan debu vulkanik menyebar hingga ketinggian 45.000 kaki, mengarah ke barat daya hingga tenggara. Wilayah terdampak meliputi Flores Timur, Sikka, Ende, Lembata, bahkan sampai Kupang dan Sumba.

Baca juga : Pasca Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Pemerintah Siapkan Relokasi Warga Terdampak

Bandara Frans Seda di Maumere, Kabupaten Sikka, terpaksa ditutup sementara akibat paparan abu vulkanik. Penutupan berlangsung hingga 3 Agustus pukul 06.00 WITA. 

Penerbangan menuju wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Bali pun ikut terdampak. Sebagai respons, pemerintah berencana melakukan operasi modifikasi cuaca bersama BMKG untuk menekan sebaran abu agar tidak makin luas.

Kondisi cuaca yang tengah kering juga menjadi perhatian. BMKG melaporkan potensi pertumbuhan awan mulai menurun di wilayah selatan NTT, sehingga memperbesar risiko kekeringan. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanggulangan abu vulkanik di permukiman dan jalur udara.

Untuk saat ini, kondisi kegempaan tektonik di sekitar gunung dinyatakan stabil. Tidak ada indikasi aktivitas vulkanik di dasar laut. Ancaman tsunami pun dinyatakan nihil karena tidak ada runtuhan material yang jatuh ke laut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense