Dark/Light Mode

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter

Senin, 17 Februari 2025 11:38 WIB
Kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kembali erupsi pada Senin (17/2/2025) pagi. Foto: PVMBG
Kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kembali erupsi pada Senin (17/2/2025) pagi. Foto: PVMBG

RM.id  Rakyat Merdeka - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Senin (17/2/2025) pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak atau sekitar 2.484 meter di atas permukaan laut.

“Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada pukul 05:58 WITA dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 900 meter di atas puncak,” kata Pengamat Pos Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, dalam laporan resminya.

Baca juga : Status Waspada, Gunung Semeru Erupsi Hebat Hingga 900 Meter

Kolom abu berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal terlihat mengarah ke timur laut. Sementara itu, rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dengan durasi erupsi berlangsung selama satu menit 42 detik.

Saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level IV atau Awas, yang berarti aktivitas vulkanik masih sangat tinggi dan berpotensi membahayakan warga di sekitar kawasan gunung.

Baca juga : Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 7 Km

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius enam kilometer dari pusat erupsi serta di sektor Barat Daya - Utara - Timur Laut sejauh tujuh kilometer.

Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Selain itu, warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama jika terjadi curah hujan tinggi.

Baca juga : Gunung Lewotobi Erupsi, Menkomdigi Minta Operator Gratiskan Internet Warga

Penduduk yang terdampak hujan abu disarankan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan. Pemerintah daerah dan petugas terkait terus memantau perkembangan aktivitas gunung untuk memastikan langkah mitigasi berjalan dengan baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.