Sebelumnya
Hal serupa juga dirasakan Dian, orang tua dari Aditya. Ia menyebut Sekolah Rakyat sebagai jawaban atas doanya agar sang anak bisa hidup lebih disiplin dan mandiri, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga. “Saya senang, mungkin ini jalan satu-satunya agar anak saya bisa mandiri. Biar pikirannya juga lebih dewasa,” tuturnya haru.
Menurut Dian, perubahan Aditya terlihat jelas, baik dari perilaku maupun fisik. “Alhamdulillah posturnya sekarang lebih gemuk, lebih bersih. Dulu susah disuruh makan, sekarang makannya teratur, aktivitas juga terjadwal, salat dan mengaji tepat waktu. Saya senang karena sekolah ini benar-benar membantu kami,” ungkapnya.
Bagi Juwita dan Dian, Sekolah Rakyat bukan sekadar fasilitas pendidikan. Program ini menjadi penopang kehidupan keluarga menengah ke bawah yang selama ini kesulitan membiayai sekolah anak.
Baca juga : Demokrat Pernah Jadi Penyeimbang Pemerintah
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Pendidikan anak saya sekarang terjamin, dari makan, seragam, sampai buku tulis. Sebagai orang tua dari keluarga menengah ke bawah, saya benar-benar bersyukur,” ujar Juwita.
Dian pun tak kuasa menahan rasa harunya. Dia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat.
“Anak saya jadi salah satu yang beruntung. Saya cuma bisa berdoa semoga beliau makin sukses, sehat selalu, dan diberi rezeki berlimpah. Pokoknya, beribu-ribu terima kasih,” katanya.
Baca juga : Gubernur Lampung Ingin Bangun Stabilitas Politik
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan, program Sekolah Rakyat menunjukkan perkembangan signifikan dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hingga awal Agustus 2025, sebanyak 70 titik Sekolah Rakyat telah beroperasi. Jumlah itu akan bertambah menjadi 100 titik pada 15 Agustus.
“Insya Allah, pada 15 Agustus nanti sudah ada 100 titik Sekolah Rakyat yang beroperasi. Lalu akan ada tambahan 59 titik lagi pada bulan September,” kata Saifullah Yusuf kepada Rakyat Merdeka, Selasa (5/8/2025).
Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari layanan sosial menyeluruh. Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dimulai sejak 14 Juli 2025. Program ini ditujukan untuk siswa Sekolah Rakyat dan masyarakat yang sedang berulang tahun.
Baca juga : Kasus Pengolahan Anoda Logam Antam, KPK Sita Uang Rp 100,7 M
“Cek kesehatan ini untuk mengetahui kondisi fisik dan mental anak-anak. Ini penting agar pendidikan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Gus Ipul.
Selain pendidikan gratis, para siswa juga mendapatkan makan bergizi, seragam sekolah, dan ke depan akan menerima bantuan laptop guna menunjang sistem pembelajaran digital. “Diproyeksikan, kapasitas siswa Sekolah Rakyat akan mencapai 15.000 anak hingga akhir tahun 2025,” pungkasnya.
Sementara itu, Kementerian Sosial menargetkan 59 Sekolah Rakyat tambahan akan beroperasi pada September 2025. Dengan tambahan tersebut, total akan ada 159 titik Sekolah Rakyat yang aktif pada tahun ajaran 2025/2026. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.