Dark/Light Mode

Bos Spurs Desak Kasus City Dituntaskan

Rabu, 6 Agustus 2025 06:40 WIB
Dan­iel Levy. (Foto: Dok. Tottenham Hotspur)
Dan­iel Levy. (Foto: Dok. Tottenham Hotspur)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah didakwa melanggar Financial Fair Play selama lima tahun, seharusnya City sudah dihukum pengurangan poin atau degradasi. Apalagi City berafiliasi dengan keluarga kerajaan Uni Emirat Arab.

Bos Tottenham Hotspur, Dan­iel Levy, mendesak 115 kasus pelanggaran keuangan Man­chester City segera dituntaskan. Baginya hal itu demi kebaikan bersama.

Diketahui, City didakwa me­langgar 115 aturan Financial Fair Play (FFP) selama kurun lima tahun. The Sky Blues diduga memberi informasi keuangan palsu perihal transfer hingga gaji para pemain.

Sidang pelanggaran 115 dakwaan City berlangsung sejak September hingga akhir 2024. Keputusan sudah masih di­tunggu dan kemungkinan keluar akhir tahun ini.

Baca juga : Gabung Aston Martin, Cardile Patok Rebut Tahta

Sanksi berat menanti City apa­bila dinyatakan bersalah secara hukum. Pasukan Pep Guardiola bisa dikenakan hukuman mulai dari pengurangan poin hingga degradasi. Lamanya hasil kepu­tusan kasus 115 pelanggaran keuangan City dikomentari Levy.

“Sangat tidak adil bagi saya untuk membicarakan klub Pre­mier League lainnya. Namun, prosesnya telah berlangsung terlalu lama, dan perlu segera diselesaikan, demi kebaikan sepak bola,” kata Levy, dilansir dari The Standard.

Levy juga meminta Premier League mengontrol aturan spon­sorship klub. Dia mencontohkan City yang disponsori Etihad, maskapai penerbangan Uni Emirat Arab yang berkelin­dan dengan Abu Dhabi United Group kepunyaan Sheikh Man­sour, anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab sekaligus bos The Citizens.

Soal lain. Levy berada di posi­si petinggi klub sejak Desember 2000 dan jadi chairman terlama di Premier League saat ini. Di tangan Levy, Spurs memang punya ambisi untuk bersaing di papan atas.

Baca juga : Cinta Laura, Minta Didoakan Naik Pelaminan

Sudah lebih dari 1.700 miliar Paun dihabiskan Levy untuk belanja pemain selama hampir seperempat abad. Tidak jarang nama-nama top berhasil digaet Levy seperti Dimitar Berbatov, Luka Modric, dan Gareth Bale.

Tapi, hasilnya kerap mengece­wakan karena Spurs justru se­lalu gagal membawa pulang trofi. Bahkan mereka sampai mendapat ejekan ‘Spursy’ kare­na ketidakmampuannya mem­pertahankan kemenangan atau peluang juara.

Selama dipegang Levy, Spurs sudah tujuh kali melaju ke final termasuk lima final Piala Liga Inggris, satu Liga Champions dan Liga Europa. Hanya dua trofi berhasil didapat yakni Piala Liga Inggris 2008 dan Liga Eropa 2025. Ketidakmampuan Spurs untuk merebut trofi ini sampai bikin bingung Levy.

“Kami sudah lolos ke semi­final 16 atau 17 kali, tujuh kali final, dan kami jarang menang. Kami tahu harus bisa meman­faatkan momentum itu untuk tetap menang. Kami meraih dua trofi dalam 20 tahun lebih terakhir. Kebanyakan nyaris juara,” beber Levy.

Baca juga : Supaya On The Track, Pemerintah Perlu Penyeimbang

“Saya tidak tahu kenapa itu bisa terjadi, karena saya bukan yang memilih tim, memotivasi tim,” tuntasnya. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.