Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Sudah didakwa melanggar Financial Fair Play selama lima tahun, seharusnya City sudah dihukum pengurangan poin atau degradasi. Apalagi City berafiliasi dengan keluarga kerajaan Uni Emirat Arab.
Bos Tottenham Hotspur, Daniel Levy, mendesak 115 kasus pelanggaran keuangan Manchester City segera dituntaskan. Baginya hal itu demi kebaikan bersama.
Diketahui, City didakwa melanggar 115 aturan Financial Fair Play (FFP) selama kurun lima tahun. The Sky Blues diduga memberi informasi keuangan palsu perihal transfer hingga gaji para pemain.
Sidang pelanggaran 115 dakwaan City berlangsung sejak September hingga akhir 2024. Keputusan sudah masih ditunggu dan kemungkinan keluar akhir tahun ini.
Baca juga : Gabung Aston Martin, Cardile Patok Rebut Tahta
Sanksi berat menanti City apabila dinyatakan bersalah secara hukum. Pasukan Pep Guardiola bisa dikenakan hukuman mulai dari pengurangan poin hingga degradasi. Lamanya hasil keputusan kasus 115 pelanggaran keuangan City dikomentari Levy.
“Sangat tidak adil bagi saya untuk membicarakan klub Premier League lainnya. Namun, prosesnya telah berlangsung terlalu lama, dan perlu segera diselesaikan, demi kebaikan sepak bola,” kata Levy, dilansir dari The Standard.
Levy juga meminta Premier League mengontrol aturan sponsorship klub. Dia mencontohkan City yang disponsori Etihad, maskapai penerbangan Uni Emirat Arab yang berkelindan dengan Abu Dhabi United Group kepunyaan Sheikh Mansour, anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab sekaligus bos The Citizens.
Soal lain. Levy berada di posisi petinggi klub sejak Desember 2000 dan jadi chairman terlama di Premier League saat ini. Di tangan Levy, Spurs memang punya ambisi untuk bersaing di papan atas.
Baca juga : Cinta Laura, Minta Didoakan Naik Pelaminan
Sudah lebih dari 1.700 miliar Paun dihabiskan Levy untuk belanja pemain selama hampir seperempat abad. Tidak jarang nama-nama top berhasil digaet Levy seperti Dimitar Berbatov, Luka Modric, dan Gareth Bale.
Tapi, hasilnya kerap mengecewakan karena Spurs justru selalu gagal membawa pulang trofi. Bahkan mereka sampai mendapat ejekan ‘Spursy’ karena ketidakmampuannya mempertahankan kemenangan atau peluang juara.
Selama dipegang Levy, Spurs sudah tujuh kali melaju ke final termasuk lima final Piala Liga Inggris, satu Liga Champions dan Liga Europa. Hanya dua trofi berhasil didapat yakni Piala Liga Inggris 2008 dan Liga Eropa 2025. Ketidakmampuan Spurs untuk merebut trofi ini sampai bikin bingung Levy.
“Kami sudah lolos ke semifinal 16 atau 17 kali, tujuh kali final, dan kami jarang menang. Kami tahu harus bisa memanfaatkan momentum itu untuk tetap menang. Kami meraih dua trofi dalam 20 tahun lebih terakhir. Kebanyakan nyaris juara,” beber Levy.
Baca juga : Supaya On The Track, Pemerintah Perlu Penyeimbang
“Saya tidak tahu kenapa itu bisa terjadi, karena saya bukan yang memilih tim, memotivasi tim,” tuntasnya. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya