Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gubernur Minta Kesepakatan Bersama Dipatuhi
Pedagang Barito Siap Angkat Kaki, Asalkan...
Rabu, 6 Agustus 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Para pedagang siap angkat kaki alias direlokasi dari Pasar Hewan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), sesuai kesepakatan. Namun, hingga kini mereka belum pindah. Alasannya, tempat relokasi tidak memadai, belum tersedia kios untuk berjualan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merelokasi Pasar Hewan Barito, Kebayoran Baru, ke Lenteng Agung, Jaksel.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, relokasi ini merupakan hasil kesepakatan bersama para pedagang di Pasar Barito dengan Pemprov DKI.
“Mereka sudah menandatangani akan pindah tanggal 3 Agustus,” kata Pram di Hall A Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jaksel, Senin (4/8/2025).
Relokasi ini, menurut Pram, dilakukan demi kepentingan publik dan telah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Pemprov DKI, lanjutnya, juga telah menyiapkan lokasi baru yang layak di Lenteng Agung, serta mendampingi proses pemindahan agar berlangsung tertib.
Baca juga : Cinta Laura, Minta Didoakan Naik Pelaminan
Mengenai permintaan perpanjangan waktu pindah, Pram menegaskan bahwa batas waktu relokasi harus dipatuhi sesuai kesepakatan.
“Mereka sendiri yang menandatangani,” tingat Pram.
Untuk memastikan proses relokasi berlangsung lancar, kata Pram, Pemprov DKI telah menyiapkan berbagai fasilitas dan sarana pendukung di lokasi baru. “Perpindahan ini sudah diatur dengan baik, agar para pedagang tidak mengalami gangguan usaha secara signifikan,” ujar Gubernur.
Tapi, menurut pedagang hewan, Dewi, tempat relokasi di Lenteng Agung, belum ada kiosnya. Karena itu, Dewi bingung, mau ditaruh di mana hewan-hewan dagangannya di lokasi baru tersebut. “Kalau sudah ada kiosnya, saya bersedia pindah,” ujar Dewi kepada Rakyat Merdeka, di Pasar Barito, Senin (4/8/2025).
Selama belum ada kios di lokasi yang baru, Lenteng Agung, Dewi masih berupaya sekuat tenaga untuk bisa berdagang di Pasar Barito.
Baca juga : Supaya On The Track, Pemerintah Perlu Penyeimbang
Sebagai informasi, relokasi ini merupakan tahap awal penyatuan tiga taman di kawasan Barito. Yakni, Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser. Pemprov DKI ingin tiga taman tersebut menjadi satu kawasan terpadu, bernama Taman Bendera Pusaka.
Groundbreaking revitalisasi ruang hijau ini, akan dimulai pada 8 Agustus 2025. Karena itu, Pemprov DKI meminta para pedagang di Pasar Barito untuk mengosongkan lapaknya, paling lambat 3 Agustus 2025. Namun, berdasarkan pengamatan Rakyat Merdeka, hingga Senin (4/8/2025), para pedagang masih berjualan di Pasar Barito.
Menurut Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Fajar Sauri, penataan ini bertujuan mengintegrasikan ruang terbuka hijau untuk masyarakat.
Penggabungan tiga taman ini, dilakukan dengan cara membangun infrastruktur penghubung. Seperti jembatan dan terowongan, agar ramah bagi pejalan kaki dan mendukung gaya hidup sehat warga kota.
“Pengintegrasian ini tidak hanya akan mempermudah mobilitas warga, tapi juga menciptakan kawasan hijau terpadu yang nyaman untuk jogging, bersantai, dan beraktivitas,” tutur Fajar, Jumat (1/8/2025)
Baca juga : Pembangunan IKN Sedang Dikebut
Ia menjelaskan, anggaran pengintegrasian taman-taman ini sekitar Rp 50 miliar. Namun, tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Melainkan berasal dari kontribusi pengembang lewat mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Kawasan ini juga dirancang sebagai bagian dari integrasi kawasan Blok M yang lebih luas, termasuk Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. [RAA/DMS-Magang]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya