RM.id Rakyat Merdeka - Puluhan Aktivis 98 mengadakan Retreat dan Konsolidasi Nasional Aktivis 98 Indonesia, di Bumi Perkemahan Lor Sambi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (9-10/8/2025).
Retreat Aktivis 98 Indonesia ini dihadiri dari perwakilan aktivis 98 dari berbagai daerah, di antaranya Lampung, Jakarta, Bandung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Medan, Surabaya, Cirebon, Surabaya, dan Yogyakarta sebagai tuan rumah.
"Kami melakukan konsolidasi nasional ini berawal dari kegelisahan melihat kondisi bangsa hari ini," papar Ketua Aktivis 98 Indonesia, Surya Wijaya, dalam jumpa pers, di Pendopo Lawasan Alun-alun Utara Jogja, Minggu (10/8/2025), usai retreat tersebut.
Baca juga : Perkuat Jaringan, KNTI Konsolidasikan Koperasi Nelayan Sumatera
Untuk menyikapi permasalah yang terjadi, dalam waktu dekat, Aktivis 98 akan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh reformasi dan nasional. Di antaranya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Tujuannya, membicarakan arah demokrasi dan nilai-nilai reformasi.
"Kami ingin membuka ruang demokrasi, berdialog, dan bertukar pikiran bagaimana memajukan bangsa," ucapnya.
Anggota Aktivis 98 Adi Wibowo memaparkan, demokrasi politik Indonesia saat ini belum sepenuhnya sehat. Sistem politik Indonesia terlalu didominasi partai-partai besar.
Baca juga : PGN Percepat Perluasan GasKita Di Sleman Yogyakarta
Karenanya, Aktivis 98 mendesak penghapusan Parliamentary Threshold menjadi 0 persen dan pembukaan peluang bagi semua partai untuk mengajukan calon presiden tanpa Presidential Threshold.
Mereka juga menuntut pemisahan Pemilu nasional dan lokal, sebagaimana diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, saat ini muncul indikasi ketidakpatuhan partai-partai di parlemen terhadap putusan tersebut sebagai kemunduran demokrasi
"Jika proses politik demokratis, maka ekonomi juga akan demokratis. Tidak akan ada lagi oligarki yang menguasai sektor ekonomi," imbuhnya.
Baca juga : Komisaris Pertamina Tinjau Produksi Migas dan Konservasi Orang Utan di Kaltim
Dalam acara yang sama, Antonius Danar melihat, kegiatan ini sebagai ajang konsolidasi para mantan aktivis yang masih memperjuangan cita-cita reformasi. "Sebagai aktivis harus selalu bersiap terhadap kondisi seperti apa pun," tegas Antoni
Dia lalu menerangkan esensi sebuah bangsa yang berdemokrasi dengan baik. "Demokrasi bukan hadiah, tetapi hasil perjuangan yang harus terus dipertahankan. Kedaulatan rakyat bukan slogan, tetapi prinsip yang harus diwujudkan dalam sistem hukum, ekonomi, dan sosial," tambah mantan Aktivis 98 ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.