BREAKING NEWS
 

Dikepung Demonstran, Buru-buru Tutup Rapat, Anggota DPR Panik

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Selasa, 26 Agustus 2025 08:10 WIB
Menjelang sore, pengunjuk rasa dibubarkan aparat di ruas Jalan Tentara Pelajar hingga Palmerah Timur, Kawasan Pejompongan, Jakarta, Senin (25/8/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana mencekam menyelimuti Gedung DPR, Senayan, seharian kemarin. Unjuk rasa ribuan mahasiswa, pelajar, hingga ojek online berakhir ricuh. Wakil rakyat yang awalnya masih beraktivitas, langsung panik. Rapat kerja buru-buru ditutup. Sebagian wakil rakyat pergi meninggalkan Gedung DPR lewat pintu belakang.

Sejak pagi, massa yang berasal dari berbagai kalangan sudah datang dari segala arah. Dari Bendungan Hilir, Gelora Bung Karno (GBK), Semanggi, semua tumpah ruah ke Senayan. Poster, spanduk, sampai bendera bajak laut ala One Piece dikibarkan. Simbol perlawanan ke DPR.

Namun, massa yang akan menggelar unjuk rasa tidak bisa mendekat ke DPR. Selain dijaga 1.000 personel aparat Kepolisian, gedung DPR juga diberikan pengamanan berlapis.

Baca juga : Bela Palestina, Kutuk Israel, Anwar Ibrahim: Netanyahu Gila!

Berikade beton setinggi 2 meter dipasang menutupi akses masuk gerbang depan dan belakang Gedung DPR. Bahkan, pagar besi di gerbang pintu depan DPR sampai dilumuri oli dan lem Aibon.

Kendari demikian, demonstran tidak mengurungkan niatnya. Mereka tetap menggelar aksi unjuk rasa menyampaikan berbagai kritik terhadap DPR. Mulai dari desakan mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga menolak tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan. “Di saat rakyat kena PHK, gaji DPR ratusan juta. Masih bisa diterima akal sehat?” teriak orator, disambut pekikan massa.

Aksi yang awalnya berjalan damai, berubah jadi ricuh selepas jam makan siang. Massa yang hendak masuk ke dalam gedung, bentrok dengan aparat keamanan yang bertugas. Botol dan batu beterbangan. Pihak kepolisian langsung menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon ke arah pengunjuk rasa. “Pak, yang ditembak DPR, bukan kami!” sindir demonstran.

Baca juga : Audit Ketat Dan Semangat Penambangan Bertanggung Jawab

Kericuhan yang berlangsung hampir 1 jam itu, akhirnya bisa diatasi. Para pengunjuk rasa terus didorong menjauhi gedung DPR hingga ke Jalan Pemuda, Senayan. Sebagian pengunjuk rasa yang sempat menutup jalan tol dalam kota juga berhasil diusir ke luar.

Namun, menjelang sore, kericuhan kembali pecah. Aksi unjuk rasa bahkan menyebar ke bagian depan dan belakang gedung DPR. Ada sepeda motor dibakar massa. Mobil-mobil yang ketahuan ke luar lewat pintu belakang kena sasaran massa. Ditimpuki dan dipukul menggunakan bambu.

Aparat kepolisian akhirnya kembali bertindak. Gas air mata dan semprotan water canon ke arah demonstran. Tembakan gas air mata membuat massa kocar-kacir ke arah GBK. Sebagian mengungsi ke Senayan Park, sambil batuk-batuk dan mengucek mata karena pedih.

Adsense

Baca juga : Ida Mahmudah: Gage Kurangi Macet, Tapi Bikin Warga Panik

Kericuhan yang terjadi di luar, berpengaruh ke dalam Gedung DPR. Agenda rapat sejumlah komisi dan paripurna mendadak dihentikan. Beberapa anggota dewan terlihat panik, bergegas keluar lewat pintu belakang. Sejumlah staf pun kelabakan, berlarian menyelamatkan berkas-berkas rapat agar tidak tercecer.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense