RM.id Rakyat Merdeka - Pemilihan Langsung (Pemila) Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) 2025 telah selesai dilaksanakan pada 23-24 Agustus 2025. Sebanyak lebih dari 24.000 alumni UI telah menggunakan hak suaranya melalui mekanisme e-vote via aplikasi UI Connect.
Namun, hingga saat ini Musyawarah Nasional (Munas) ILUNI UI belum menetapkan ketum periode 2025-2028.
“Ibarat demokrasi, Pemila adalah kedaulatan tertinggi bagi para alumni. Suara mereka harus dihormati dan dilaksanakan sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) ILUNI UI,” tegas Ibrahim Hasan, Alumni Fakultas Hukum UI, dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).
Baca juga : BMKG: Gempa M4,9 Kabupaten Bekasi Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat
Ibrahim menjelaskan, Munas bukan forum untuk menentukan siapa pemenang Pemila, apalagi menunda pengesahan hasil Pemila. Pasal 4 ayat (1) ART ILUNI UI dengan tegas menyebutkan bahwa penentuan ketum berada di tangan alumni melalui hak suara dalam Pemila.
Lebih lanjut, Pasal 4 ayat (9) menegaskan Panitia Pemilihan Langsung menetapkan hasil Pemila yang bersifat final dan mengikat.
"ART juga menegaskan proporsi hak suara utusan fakultas/sekolah/vokasi dalam Munas tidak berlaku untuk pemilihan ketua umum. Artinya, Munas hanya berwenang mengesahkan Ketua terpilih, bukan mengubah hasil Pemila," ujarnya.
Baca juga : Caketum ILUNI UI Nomor Urut 2 Ajak Seluruh Alumni Jaga Persatuan
Ibrahim menyoroti adanya penundaan pengesahan hasil Pemila dengan dalih audit teknis dan prosedur tambahan yang tidak diatur sebelumnya.
"Jika audit dianggap penting, kenapa tidak diatur sejak awal? Mengapa setelah hasil keluar baru dipersoalkan? Ini menimbulkan kesan bahwa suara alumni dipermainkan oleh segelintir orang," tambahnya.
Dia menegaskan seluruh calon ketum telah sepakat menggunakan aplikasi UI Connect dan aturan Pemila yang ditetapkan sebelum pelaksanaan.
Baca juga : Stok Melimpah Belum Dikeluarkan Dari Gudang
"Kalau aturan sudah disepakati bersama, mengapa setelah ada pemenang justru sistemnya yang dipermasalahkan?" kata Ibrahim.
Lebih jauh, dia mengingatkan agar ILUNI UI tetap menjadi rumah persaudaraan, bukan arena konflik.
"Alumni sudah memilih. Hormati suara mereka, hargai suara saya. Sekarang saatnya kita bersatu untuk membangun ILUNI UI, bukan hanya untuk para alumni, tetapi juga untuk Indonesia," pungkas Ibrahim.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.