RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan menaruh kepercayaan penuh kepada pemerintah di tengah dinamika demonstrasi yang berlangsung beberapa hari terakhir.
Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti setiap keluhan rakyat dengan penuh keseriusan.
“Dalam situasi seperti ini, saya menghimbau semua masyarakat untuk tenang dan percaya dengan pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.
Dia menegaskan, setiap aspirasi publik merupakan masukan penting bagi penyusunan kebijakan.
Menurutnya, pemerintah tidak akan menutup mata terhadap keluhan yang muncul. Namun masyarakat juga diingatkan agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang ingin menunggangi situasi.
Baca juga : Transjakarta Imbau Masyarakat Jaga Fasilitas Publik
“Semua keluhan masyarakat akan kami catat dan tindaklanjuti. Namun, saya juga menghimbau seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada terhadap unsur-unsur yang ingin menciptakan huru-hara dan kekacauan,” tegas Presiden Prabowo.
Ia menekankan bahwa tindakan anarkis tidak akan membawa manfaat bagi rakyat maupun bangsa. Prabowo mengajak seluruh elemen untuk menyalurkan aspirasi dengan cara yang damai dan bertanggung jawab.
“Hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, dan tidak menguntungkan bangsa kita,” tandasnya.
Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek daring dalam kericuhan di lapangan. Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti peristiwa tersebut agar tidak terulang di kemudian hari.
“Kami memohon maaf atas kejadian apa pun, yang sudah pasti tidak kita inginkan,” ujar Prasetyo Hadi.
Baca juga : Presiden KSPSI Instruksikan Anggota Jaga Kondusivitas Bangsa
Ia menambahkan, aparat keamanan diminta lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas pengamanan. Langkah humanis dianggap penting agar penanganan demonstrasi tidak menimbulkan korban.
“Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-hatian, termasuk kami meminta atensi khusus terhadap kejadian tersebut di atas,” tutur Prasetyo Hadi.
Dukungan terhadap upaya menenangkan suasana juga datang dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf.
Gus Yahya, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya mencari jalan yang lebih damai dan konstruktif dalam menyalurkan aspirasi.
"Semoga masyarakat maupun pihak-pihak yang relevan, terutama dari jajaran pemerintahan sesudah ini dapat segera mengambil sikap yang akan membawa keadaan lebih sejuk, keadaan lebih tenang, sehingga memberi kesempatan dan ruang bagi kita semua untuk mengelola semua masalah ini menjadi lebih baik,” tuturnya.
Baca juga : Laskar Merah Putih Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Dampak Demonstrasi
Ia mengingatkan, aspirasi masyarakat sejatinya telah didengar oleh pemerintah. Karena itu, mekanisme dialog yang tenang dan substansial harus dikedepankan agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
“Pada detik ini, saya kira sudah sangat jelas, bahwa segala tuntutan, segala aspirasi sudah didengar, bahwa apa yang diinginkan oleh warga masyarakat yang memiliki aspirasi kepada kebijakan sudah didengar,” lanjutnya.
Gus Yahya menegaskan, kondisi bangsa yang kondusif adalah modal penting untuk menghadapi tantangan besar di masa depan. Dengan kebersamaan, bangsa Indonesia diyakini mampu keluar dari setiap persoalan.
“Mari kita berpikir tentang kepentingan bersama dari sebuah bangsa di tengah keadaan ini untuk menghadap tantangan yang besar dan kita harus survive bersama bertahan bersama demi kepentingan kita bersama,” ajak Gus Yahya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.