RM.id Rakyat Merdeka - Nasib apes dialami politisi NasDem Ahmad Sahroni. Setelah dicopot dari posisinya sebagai Pimpinan Komisi III DPR, dua rumah pribadinya di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk massa. Hartanya dijarah, mobil-mobil mewah miliknya dihancurkan.
Massa yang jumlahnya ratusan datang ke rumah Sahroni yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya, mereka berteriak-teriak di depan rumah politisi NasDem itu. Meskipun sempat dihalau para tetangga, massa yang jumlahnya bertambah banyak, akhirnya berhasil menjebol pintu gerbang rumah Sahroni.
Begitu gerbang rumah berhasil dijebol, gelombang manusia masuk tanpa terkendali. Mobil mewah yang kebetulan terparkir di garasi anggota Komisi I DPR itu, habis diamuk massa. Bahkan, barang-barang berharga tak lagi utuh menempel pada tempatnya.
Brankas besar yang biasanya kokoh di sudut ruangan pun akhirnya diseret keluar oleh massa sembari memekikkan "duit rakyat, duit rakyat". Tumpukkan lembaran uang dolar Singapura kemudian sengaja disebar dan jadi rebutan massa.
Tak berhenti sampai di situ, figur aksi Iron Man yang memenuhi salah satu ruang koleksi, ikut jadi korban. Tas bermerek, sepatu mahal, jam mewah, kursi hingga barang elektronik milik Sahroni dan keluarga, juga ikut digondol massa.
“Lagi nyerang rumah Syahroni di Tanjung Priok,” kata tayangan siaran langsung di akun TikTok @cukupsatu_selamanya, sembari menegaskan tak ada rencana pembakaran. “Padat warga, nggak mungkin dibakar".
Baca juga : Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni Digeruduk Massa, Isinya Dijarah
Tak hanya 1 rumah, kediaman Sahroni yang lain juga kena sasaran. Rumah yang biasa dijadikan tempat parkir dan hanya beda gang dari rumah tinggal, juga dihancurkan. Di dalamnya, mobil-mobil mewah milik Sahroni seperti Lexus hingga Tesla, ikut dihancurkan.
Hingga semalam, belum ada tanggapan dari Sahroni terkait pengrusakan dan penjarahan rumah miliknya. Ketua DPP Partai NasDem Irma Chaniago yang coba dihubungi Rakyat Merdeka enggan memberikan tanggapan. Irma hanya memberikan emoji tangan sedekap seperti memohon maaf (tidak ada komentar).
Ketua DPP Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi menyampaikan keprihatinannya atas kejadian nahas yang dialami Sahroni dan keluarga. "Rumah Saudara Sahroni dijarah? Ini sebuah perkembangan yang sangat buruk. Saya berharap aparat mampu mengatasinya segera,” ujar Taufiqulhadi kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (30/8/2025).
Ia menegaskan, bukan hanya rumah pribadi Sahroni yang menjadi sasaran, tetapi juga sejumlah fasilitas publik dan kantor pemerintahan. “Kalau saya lihat, bukan hanya rumah Sahroni saja yang disasar massa yang marah, tetapi gedung DPR, DPRD, serta kantor kepolisian juga menjadi sasaran amukan masyarakat. Di Makassar, massa menggeruduk kantor DPRD dan tiga orang tewas,” ungkapnya.
Taufiqulhadi mengimbau agar dua lembaga sakral negara, yakni aparat kepolisian dan anggota dewan, lebih berhati-hati ke depan dalam menghadapi masyarakat. Polisi harus menyadari betul bahwa tugas mereka memang langsung berhadapan dengan masyarakat.
"Dalam situasi seperti aksi demo tersebut, tidak boleh memperlakukan mereka seperti kasus personal, misalnya menangkap salah seorang pendemo kemudian memukulinya beramai-ramai,” ujarnya.
Baca juga : Gubernur Pramono: Ragunan Buka Malam Hari Baru Tahap Perencanaan
Ia juga mengingatkan agar anggota DPR memperhatikan pernyataan yang disampaikan kepada publik. “Jangan ada kesan seperti menyakiti hati atau memusuhi masyarakat. Semua pihak harus menahan diri demi meredam eskalasi dan menjaga stabilitas negara,” tutup Taufiqulhadi.
Kantor NasDem Didemo
Selain rumah milik Sahroni, NasDem juga tak luput dari kemarahan massa. NasDem Tower, kantor partai pimpinan Surya Paloh yang beralamat di Gondangdia, Jakarta, itu digeruduk massa. Massa aksi yang membawa bendera bertuliskan HMI itu, bahkan memblokade jalan di depan NasDem Tower dengan membakar ban.
Salah seorang orator aksi menyampaikan tuntutan utama mereka, yaitu meminta Partai NasDem untuk memecat Ahmad Sahroni dari keanggotaan partai.
"Kalau Ahmad Sahroni tidak dipecat Partai NasDem, maka bubarkan Partai NasDem. Karena dia telah mengacak-acak republik ini," seru orator tersebut.
Diketahui, Sahroni jadi salah satu wakil rakyat yang paling banyak dicari-cari massa selama unjuk rasa terjadi. Politisi yang selama ini dijuluki "Crazy Rich" itu, telah menyampaikan sejumlah pernyataan kontroversial yang dianggap menyulut emosi publik.
Baca juga : Jelang HUT RI, Muhammadiyah: Merdeka Harus Dimulai Dari Mencerdaskan Rakyat
Misalnya, Sahroni menyebut pihak-pihak yang ingin membubarkan DPR sebagai orang-orang tolol. "Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia," kata Sahroni.
Tak hanya itu, Sahroni juga memicu kemarahan rakyat, usai merespons aksi di sekitar Gedung DPR. Bendahara Umum Partai NasDem ini bahkan mendukung Polda Metro Jaya untuk menangkap massa aksi yang bertindak anarkis, meski belum dewasa.
"Premanisme di republik ini nggak boleh ada, sekalipun di bawah umur. Penjarakan! Jangan semau-maunya di republik ini!" kata Sahroni.
Setelah pernyataannya memicu kemarahan, Partai NasDem sebenarnya sudah coba meredam. Sahroni dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR dan dipindahkan sebagai anggota Komisi I DPR.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.