Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jelang HUT RI, Muhammadiyah: Merdeka Harus Dimulai Dari Mencerdaskan Rakyat
Jumat, 15 Agustus 2025 13:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Membangun Indonesia yang maju dan berdaulat tak bisa hanya digerakkan dari atas. Usaha menuju cita-cita itu, harus dimulai dari bawah. Dari rakyat. Jalannya, lewat pencerdasan melalui pendidikan.
Pesan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib dalam catatan reflektif khusus untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, yang akan diperingati 17 Agustus mendatang.
Mengutip pandangan Presiden pertama RI, Sukarno, Irwan menyebut, kedaulatan sejati hanya bisa tegak di tangan rakyat. Syaratnya, bangsa ini harus berdaulat secara politik dan ekonomi.
Baca juga : Eddy Soeparno Temui Ketum PP Muhammadiyah Dorong Kualitas Demokrasi
“Kemerdekaan Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai perjanjian. Ia juga harus menjadi persaksian, yang dibuktikan lewat aksi nyata mengisi kemerdekaan. Yaitu mencerdaskan, menyehatkan, dan menyejahterakan seluruh rakyat, tanpa terkecuali,” ujar Irwan Akib dilansir laman resmi Muhammadiyah, Jumat (15/8/2025).
Menurut Irwan, Indonesia berkemajuan dalam pandangan Muhammadiyah adalah negara utama (al-Madinah al-fadhilah). Sebuah negara yang berkemakmuran, berkeadaban, dan menyejahterakan rakyatnya.
Negara seperti itu, kata dia, hanya akan terwujud bila didukung sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, berkepribadian, dan berkeadaban mulia.
Baca juga : Jelang HUT RI Ke-80, Wamen Ossy Pastikan Komitmen Presiden Sejahterakan Rakyat
Guru Besar Bidang Pendidikan Matematika ini menegaskan, pendidikan merupakan jalur utama melahirkan SDM unggul tersebut. Pendidikan yang dimaksud, bukan sekadar mencetak kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk pribadi utuh.
Dalam konsep pendidikan holistik integratif, Irwan menekankan pentingnya keseimbangan. Pendidikan harus mencerdaskan otak, mengasah kepekaan hati, membangun rasa, dan menguatkan fisik generasi penerus bangsa.
“Pendidikan bermutu harus mampu memberi solusi atas berbagai problem kebangsaan dan kemasyarakatan,” tegasnya.
Baca juga : Kader Banteng Masuk PSI, Rudy: Mereka Ngejar Kekuasaan, Enggak Paham Ideologi
Ia menambahkan, pendidikan ideal akan mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi, menumbuhkan kepekaan batin, membentuk karakter bermoral, menumbuhkan rasa cinta pada keindahan, menghargai kedamaian, sekaligus menjaga kesehatan jasmani.
Irwan mengutip pandangan K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses membentuk manusia berintegritas yang aktif menciptakan kemajuan bersama, tanpa memanfaatkan atau merugikan orang lain.
Bagi Muhammadiyah, itulah makna kemerdekaan yang sejati: membebaskan rakyat dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan, menuju bangsa yang cerdas, sejahtera, dan bermartabat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya