RM.id Rakyat Merdeka - Kawasan Kwitang-Senayan, Jakarta kembali normal. Minggu (31/8/2025) sore, pasukan TNI-Polri menggelar patroli besar-besaran untuk mengamankan situasi.
Sebelum memulai patroli, pasukan TNI dari Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) menggelar apel di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Mereka diberi pengarahan untuk tetap menjaga ketertiban, dan bertindak secara terukur.
Usai diberi pengarahan, pasukan setingkat satu kompi pun berdoa, meneriakkan yel-yel, dan menaiki truk-truk yang berbaris rapi. Mereka mengenakan rompi anti peluru, tanpa membawa senjata apapun, baik senjata api maupun senjata tajam.
Dari Monas, pasukan Kodam Jaya menyusuri wilayah yang semula menjadi titik-titik aksi. Mulai dari Semanggi, Senayan, hingga daerah lain yang dianggap titik rawan aksi anarki.
Ketika berada di sekitar Senayan, pasukan berhenti. Mereka mendapati sejumlah orang yang tengah menggelar unjuk rasa di sekitar Gedung Parlemen. Tak pikir panjang, pasukan pun membubarkan massa, begitu juga yang berkumpul menggunakan sepeda motor.
Hal serupa dilakukan Polri. Polda Metro Jaya juga menerjunkan 324 personel dari unsur Brimob dan Sabhara. Patroli skala besar bertajuk Patroli Bersama Masyarakat Menjaga Negeri dilaksanakan serentak di 13 Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Baca juga : Untuk Hadapi Massa Anarkis, Presiden Perintahkan TNI Dan Polri Tindak Tegas
Bedanya dengan TNI, patroli Polri dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama, bergerak ke arah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Kelompok kedua ke wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Kemudian kelompok yang ketiga, melakukan kegiatan patroli ke wilayah Jakarta Selatan dan Depok.
Personel Polri mengerahkan kendaraan taktis, motor trail, mobil patroli hingga sejumlah bus. Mereka juga membawa senjata pelontar gas air mata lengkap dengan pelurunya.
Selama berpatroli, baik TNI dan Polri tidak mendapati kendala yang berarti. Semua wilayah yang dilewati aman terkendali. Sebut saja Senayan dan Kwitang.
Sejak beberapa hari lalu, wilayah Senayan dan Kwitang menjadi titik kumpul pengunjuk rasa. Jalan yang semula tak bisa dilewati kini berangsur normal. Hanya ada petugas yang sedang membersihkan sisa-sisa kerusuhan.
Mendapat laporan tersebut, Pangdam Jaya Mayjen Deddy Suryadi menegaskan bahwa kondisi Jakarta sudah kondusif. "Buktinya lalu lintas berjalan dengan aman, lancar. Sentra ekonomi, semua berjalan dengan aman, lancar," katanya di Monas, Jakarta.
Namun, Deddy tetap mengimbau masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk saling menjaga. Sebab, keamanan, kenyamanan, dan ketertiban milik masyarakat. "Jadi, saling jaga," pesannya.
Baca juga : Buntut Demo, 3 Nyawa Melayang, Gedung Sampai Mobil Hangus Terbakar
Deddy mengatakan, TNI dan Polri akan melakukan patroli rutin di seluruh wilayah Jakarta untuk memastikan keamanan. "Ada lima wilayah, baik di Jakarta Pusat, Utara, Selatan, Barat, maupun Timur," ucapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, patroli dilakukan untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat. Dia juga memastikan bahwa kondisi Jakarta aman dan terkendali.
"Sampai dengan sore (kemarin), kami dapat informasi ada berkumpulnya massa di depan gedung DPR RI. Petugas kami siap di sana," katanya.
Ade mengatakan, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, telah memerintahkan jajarannya menindaklanjuti instruksi Kapolri untuk menindak tegas setiap aksi anarkis. "Kita tidak harapkan terjadi kegiatan-kegiatan anarkis. Apabila terjadi pun kami sudah punya SOP akan dilakukan tindakan tegas," pesannya.
Terkait insiden pembakaran sejumlah mapolsek maupun mapolres, Ade menyebut, saat ini pejabat utama Polda Metro Jaya tengah mempersiapkan langkah-langkah perbaikan sekaligus evaluasi.
CFD Tetap Jalan
Meskipun hingga Minggu (31/8/2025) dini hari aksi demonstrasi masih berlangsung, kegiatan car free day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin, tetap digelar. Meskipun tak seramai seperti biasanya, sejumlah warga Jakarta tetap memanfaatkan CFD untuk berolahraga. Mulai dari naik sepeda, lari, hingga jalan santai.
Baca juga : Tenangkan Rakyat, Prabowo Panggil 16 Ormas Islam
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengecek langsung kegiatan CFD. Setelah itu, Pram melihat beberapa fasilitas umum di Jakarta yang sebelumnya rusak dalam aksi unjuk rasa. Pram sempat menyapa petugas gabungan yang mulai melakukan pembersihan dari sisa-sisa kerusakan di sejumlah halte busway dan MRT.
"Saya melihat sendiri situasi Jakarta, untuk mengecek progres perbaikan fasilitas yang rusak di Jakarta. Para petugas seperti PPSU, Dishub dan lain sebagainya sudah terlihat bekerja sejak pagi," katanya.
Kata Pramono, CFD tetap digelar karena menjadi kebutuhan masyarakat. Selain dimanfaatkan untuk berolahraga, momen ini juga menjadi ruang penghidupan bagi sejumlah warga, mulai dari pedagang kaki lima hingga fotografer jalanan.
Dia meminta agar para petugas untuk tetap bekerja memberikan pelayanan publik yang baik, termasuk melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas umum yang rusak.
"Kami akan terus menjaga dan merawat kota ini sebaik-baiknya. Saya sungguh-sungguh berharap Pemprov DKI bersama warga sama-sama menjaga kota ini," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.