RM.id Rakyat Merdeka - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh lintas agama mengingatkan semua pihak tentang bahaya adu domba.
Untuk itu, para tokoh agama tersebut mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap segala bentuk upaya adu domba antar agama, antar suku, maupun antar golongan. Serta benturan antara masyarakat dan aparat keamanan.
Baca juga : 9 Poin Pernyataan MUI dan Tokoh Lintas Agama Untuk Jaga Situasi Kondusif Bangsa
"Mari kita sampaikan aspirasi dan pendapat dalam bingkai kebenaran, kasih sayang, dan keadilan. Perbedaan adalah bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai diperalat untuk merusak persatuan dan kesatuan," demikian petikan pernyataan MUI dan tokoh lintas agama yang disampaikan hari ini, Selasa (2/9/2025).
MUI dan tokoh lintas agama juga tegas menolak segala bentuk kekerasan dan anarkisme, adu domba di media sosial, serta perusakan fasilitas umum, maupun tindakan kekerasan yang mencederai ajaran agama dan nilai luhur bangsa.
Baca juga : Tokoh Lintas Agama: Presiden Dengar, Pahami, dan Berupaya Penuhi Aspirasi Rakyat
"Hak menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi, namun harus diwujudkan dengan cara damai, bermartabat, dan beradab demi menjaga kehormatan rakyat dan bangsa," imbau pernyataan tersebut.
Tak kalah penting, MU dan tokoh lintas agama juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Demi menjaga kondisi damai sebagai model utama menjaga kehidupan bersama. "Terutama, yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, atau berita yang belum jelas kebenarannya," imbau para tokoh agama tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.