Dark/Light Mode

Bahas Anggaran Dengan Sri Mulyani

Bahlil Dorong Percepatan Program Listrik Masuk Desa

Jumat, 1 Agustus 2025 07:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menemui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Kamis (31/7/2025). (Foto: Instagram smindrawati)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menemui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Kamis (31/7/2025). (Foto: Instagram smindrawati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menemui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Kamis (31/7/2025). Dalam pertemuan itu, Bahlil ingin program Listrik Ma­suk Desa mendapat perhatian. Soalnya, saat ini masih ada 5.700 desa yang masih gelap gulita.

Bahlil tiba di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, sekitar pukul 10.30 WIB. Ketua Umum Partai Golkar itu tampil rapi. Mengenakan celana hitam, kemeja putih lengan panjang di­padu dengan dasi gelap.

Bahlil datang bersama rom­bongan. Tampak mendampingi, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Sekjen Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Dirjen Minerba sekaligus Plt. Dirjen Migas Tri Winarno, serta Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.

Baca juga : Menteri Arifatul Luncurkan Kampanye Melawan TPPO

Setibanya di lokasi, Bahlil disambut hangat oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu dan Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi. Usai berbincang singkat, mereka langsung menuju ruang perte­muan untuk bertemu Sri Mulyani. Pertemuan berlangsung sekitar 1,5 jam.

Tepat tengah hari, Bahlil mun­cul dari balik pintu. Wajahnya tenang, dasinya masih rapi. Kepada wartawan yang menunggu, Bahlil membeberkan isi pertemuannya dengan Menkeu Sri Mulyani.

“Ada tiga hal yang kami ba­has,” ujar Bahlil, membuka pernyataan.

Baca juga : Putusan MK Harus Dipatuhi Partai Politik

Pertama, soal peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pa­jak (PNBP) dari sektor mineral dan batubara (minerba) serta minyak dan gas (migas). Kedua, perjanjian kerja sama antara Ditjen Minerba dan SKK Migas dengan Ditjen Pajak Kemenkeu dalam rangka integrasi data dan optimalisasi penerimaan negara.

Ketiga, mengenai kebutuhan anggaran untuk program Listrik Masuk Desa. Bahlil menegaskan pentingnya percepatan program elektrifikasi bagi ribuan desa yang belum teraliri listrik.

“Target Bapak Presiden kan kurang lebih lima tahun harus selesai. Itu yang tadi kita bahas sama Ibu Menkeu,” kata Bahlil.

Baca juga : PDIP Lampung Berkomitmen Selalu Dekat Dengan Rakyat

Khusus listrik desa, Bahlil me­nambahkan, total wilayah yang belum mendapatkan akses listrik mencakup 5.700 desa, 4.400 dusun, dan 68 titik lainnya.

“Ini bukan soal permintaan tambahan anggaran. Tapi angga­ran listrik desa harus disiapkan. Kita ingin satu perencanaan yang komprehensif dan terukur. Jangan terus-menerus dijadikan isu,” tegas Bahlil.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.