RM.id Rakyat Merdeka - Ilham Akbar Habibie, putra Presiden ke-3 RI BJ Habibie, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penempatan iklan di Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).
Ilham Habibie tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 12.48 WIB. Dia datang bersama dua orang penasihat hukumnya.
Dari pantauan, Ilham turun dari mobil Mercedes-Benz S Class warna hitam. Kemudian melangkahkan kakinya menuju lobi gedung KPK.
Dia tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang motif mega mendung paduan warna biru dan cokelat. Ilham mengaku kehadirannya di KPK untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi di BJB.
Baca juga : Kasus Kuota Haji, KPK Yakin Eks Menag Yaqut Penuhi Panggilan Penyidik Hari Ini
"Ini sebagai saksi ya, saksi untuk (perkara) BJB itu saja yang saya tahu. Yang lain saya kira nanti jawab kalau sudah keluar, karena saya enggak tahu apa-apa," katanya kepada wartawan saat baru tiba.
"Sebagai warga negara yang baik kita tentunya kalau dipanggil harus hadir," sambungnya.
Dia masih enggan membeberkan keterkaitannya dalam kasus ini. Termasuk, soal penjualan mobil Mercedes-Benz Pagoda 280 SL warna biru.
Mobil tersebut masih atas nama orangtuanya, BJ Habibie yang dijualnya kepada mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Baca juga : Tenangkan Rakyat, Prabowo Panggil 16 Ormas Islam
"Spekulasi, saya tidak tahu. Kita lihat nanti," dalihnya.
Namun dia mengakui bahwa mobil klasik itu masih atas nama orang tuanya, BJ. Habibie. Menurutnya, mobil tersebut merupakan warisan.
"Iya, memang itu kan warisan, jadi... Gini, saya akan jawab nanti, gimana? Karena saya mau registrasi dulu. Tapi nanti kita bicara lagi ya. Sekarang masih agak spekulatif," ucapnya.
Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Brigjen Asep Guntur Rahayu mengaku, pihaknya hendak mendalami soal penyitaan sebuah mobil Mercedes-Benz dari Ridwan Kamil.
Baca juga : Imbas Demo, KPK Pulangkan Pegawai Lebih Cepat
Sebagai informasi, mobil Mercy yang disita KPK dalam perkara ini masih atas nama BJ Habibie. Asep mengatakan, hal itu yang membuat mobil tersebut bernilai tinggi.
"(Yang akan didalami) salah satunya adalah terkait dengan masalah mobil, yang akan kita dalami seperti itu," ujar Asep beberapa waktu lalu.
Asep menyebut, mobil tersebut saat ini belum dipindahkan ke Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan).
"Saya tidak tahu apakah itu mobilnya ada berada di siapa ya. Tapi yang menjadikan bernilai, kalau tidak salah STNK-nya masih atas nama papanya, ya," kata Asep.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.