Sebelumnya
Menurutnya, pertemuan KKSS biasa diisi dengan aktivitas bermain domino sebagai bagian dari budaya Sulawesi Selatan. Pada saat bermain domino, ada yang mengambil foto dan mengirimkannya ke WhatsApp Group PORDI (Persatuan Olahraga Domino Indonesia) dan KKSS.
Pada saat yang sama, Karding mengaku berencana bertemu Raja Juli untuk ngobrol santai. “Awalnya, saya mau datang ke tempatnya Raja Juli, tapi Raja Juli memilih mendatangi saya,” katanya.
Setelah Raja Juli datang, Karding mengajaknya berbincang empat mata di bagian belakang posko, terpisah dari seluruh anggota KKSS yang lain. Diskusi keduanya berakhir menjelang tengah malam, pukul 23.30 WIB. Raja Juli lalu pamit pulang.
Diakuinya, jalur pulang memang melewati tempat berkumpul anggota KKSS yang sedang bermain domino. Raja Juli lalu diajak main domino ditemani dirinya. “Kami bermain sebanyak dua set. Yang ikut main, Pak Azis dan Andi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PORDI,” katanya.
Baca juga : Tragis, Seorang Ibu Bunuh Diri Setelah Racuni Dua Anaknya
Karding juga mengatakan, saat itu dirinya tidak tahu latar belakang Azis Wellang, termasuk apakah ada persoalan kasus hukum atau tidak. Namun, setelah fotonya viral, dia berusaha melakukan konfirmasi dan mendapat penjelasan kalau status Azis Wellang tidak lagi sebagai tersangka pembalakan hutan.
Lalu, bagaimana respons Istana? Sampai berita ini diturunkan, Istana belum buka suara terkait heboh berita tersebut. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi justru melempar “bola” kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi ketika dimintai tanggapan.
“Sepertinya lebih pas dijawab oleh Pak Mensesneg ya,” singkatnya saat dikontak Rakyat Merdeka. Mensesneg sendiri tidak menjawab pesan singkat maupun telepon yang dilayangkan redaksi.
Meski sudah menyampaikan klarifikasi, kedua menteri tersebut tetap jadi sorotan. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyoroti sisi etika dan kepantasan ketika dua orang Menteri Kabinet Merah Putih justru asyik bermain domino, sementara di antara mereka ada seorang eks tersangka pembalakan liar.
Baca juga : Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Ternyata Lebih Besar Dari DPR
“Ini erat kaitannya dengan tugas dan pokok fungsi Menteri Kehutanan, Pak Raja Juli,” ujar Agung kepada Rakyat Merdeka, Minggu (7/9/2025).
Pertemuan itu, disebutnya, memberikan semacam persepsi negatif. Karena itu, kata Agung, sudah seharusnya kedua menteri itu, meminta maaf secara terbuka kepada publik.
“Dan tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri, bila di belakang hari ada conflict of interest,” ujarnya.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman ikut menyoroti pertemuan tersebut. Dia menilai pertemuan itu tidak etis dan bisa menjatuhkan mental penyidik Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan.
Baca juga : Dorong Pemberantasan Narkoba Semakin Agresif, Menko Polkam Dukung Penuh BNN
“Semestinya Menteri Kehutanan menghindari pertemuan dengan orang yang pernah jadi tersangka oleh penyidik Gakkum Kehutanan. Apa pun alasannya. Terkesan mentoleransi pembalakan liar,” kata Boyamin dalam keterangan tertulis, Minggu (7/9/2025).
Boyamin mengingatkan, meskipun status tersangka Azis Wellang gugur setelah menang praperadilan, hal itu tidak lantas membuat persoalannya selesai. Sebab, meski Penyidik Gakkum pernah kalah praperadilan, tetap bisa membuka penyidikan baru jika ditemukan bukti baru atau melengkapi bukti yang ada. “Praperadilan itu sifatnya formil,” tegasnya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.