Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Catatan Pengurus Muhammadiyah
Bikin Regulasi, Pemerintah Harus Semakin Hati-hati
Senin, 8 September 2025 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Muhammadiyah melakukan upaya pencegahan polemik di masyarakat. Muhammadiyah mengajak akademisi, terutama Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk membuat riset sosial terhadap regulasi yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan.
“Dari berbagai masalah yang kami kaji di Indonesia, muaranya satu, adalah masalah di bagian hulu (Pusat). Artinya, perintah yang berada di sisi hulu (kehidupan),” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas di Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (7/9/2025).
Busyro mengisi materi kegiatan Pelatihan Ideologi Kepemimpinan Regional Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Pada kegiatan tersebut, Busyro mengupas potensi konflik di Indonesia.
"Misalnya, kasus sosial di daerah atau hilir, itu diawali permasalahan di tingkat Pusat atau hulu berupa peraturan yang mengikat," beber mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.
Baca juga : Bos Bulog Pastikan Beras Sehat Dan Layak Konsumsi
Selama ini, kata Busyro, peraturan yang dibuat lebih banyak berdasarkan asumsi. Bahkan, kata dia, ada yang berdasarkan kepentingan pemilik modal, dan bukan berbasis problematika di masyarakat. Misalnya, kata dia, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dan UU Mineral dan Batubara (Minerba).
"Penyebab masalah di daerah adalah regulasi di tingkat pusat yang mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-Undang Minerba, yang dalam realisasinya, beberapa di antaranya menimbulkan polemik di masyarakat," ungkapnya.
"Atau, polemik seputar pengembangan kawasan Rempang di Provinsi Kepulauan Riau yang sempat memicu keriuhan baik secara fisik maupun nonfisik," tambah Busyro.
Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah (PWM Jateng), KH Tafsir menambahkan, untuk itu dibutuhkan kekuatan politik yang didukung kemampuan ekonomi yang kuat. "Supaya kekuatan politik ini tidak dikuasai oleh kekuatan ekonomi," ujar Tafsir.
Baca juga : IKM Pangan Siap Adu Gengsi Di Pasar Dunia
Senada, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jateng, Jayusman Arief menjelaskan, kegiatan ini mengangkat tema "Meneguhkan Ideologi Islam Berkemajuan dalam Membangun Kepemimpinan Publik yang Berintegritas dan Progresif."
Pada acara yang diikuti 150 peserta ini, Jayusman mengatakan, kegiatan ini untuk membekali kader-kader Muhammadiyah dengan wawasan ideologis Islam berkemajuan. Sekaligus, kata dia, menciptakan keterampilan, kepemimpinan serta kemampuan membaca dan merespons dinamika sosial-politik secara bijaksana dan berkeadaban.
"Kegiatan ini juga menjadi media konsolidasi kader potensial Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah, yang diproyeksikan menjadi aktor strategis dalam ruang-ruang publik, baik sebagai legislator, birokrat, pemimpin organisasi masyarakat, maupun penggerak komunitas," kata Jayusman.
Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Jayusman, diperlukan pelatihan yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif dan kontekstual. "Tujuannya agar kader-kader tersebut siap mengemban amanah umat dengan integritas dan keberpihakan yang jelas kepada kepentingan rakyat," sebutnya.
Baca juga : Tarif Kios Jangan Pake Sistem Sewa Mall Dong
Harapannya, kata Jayusman, melalui pelatihan ini diharapkan lahir barisan kader pemimpin Muhammadiyah yang kokoh secara ideologis, matang secara strategi, dan siap mengambil peran dalam membangun masyarakat utama.
"Dengan pendekatan yang kolaboratif dan progresif, LHKP PWM Jawa Tengah ingin meneguhkan kembali komitmen Muhammadiyah dalam membentuk kepemimpinan publik yang berkemajuan dan bermaslahat bagi umat dan bangsa," katanya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya