Dark/Light Mode

Rutin Lakukan Pengecekan Kualitas

Bos Bulog Pastikan Beras Sehat Dan Layak Konsumsi

Senin, 8 September 2025 06:35 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Perum Bulog)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Perum Bulog)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Bulog rutin melakukan pengecekan kualitas beras di tempat penyimpanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahan pangan pokok masyarakat itu dalam kondisi bagus.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya secara konsisten melaksanakan pemeriksaan beras, mulai dari periode harian, mingguan, bulanan, hingga triwulanan.

“Dengan adanya perawatan yang ketat, kami ingin memasti­kan masyarakat memperoleh be­ras yang sehat dan layak konsum­si,” tegas Rizal saat melakukan kunjungan ke Gudang dan Sentra Pengolahan Beras Bulog Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (6/9/2025).

Saat ini kapasitas gudang Bu­log di Jakarta mencapai 355.200 ton, tersebar di 74 gudang dengan kapasitas masing-masing sekitar 3.000 ton.

Baca juga : IKM Pangan Siap Adu Gengsi Di Pasar Dunia

Menurut Rizal, stok yang disim­pan di Jakarta merupakan bagian dari total Cadangan Beras Pemer­intah (CBP) sebesar 3,9 juta ton.

Ia menjelaskan, proses peme­liharaan yang dilakukan Bulog meliputi pemeriksaan awal be­ras saat pemasukan di gudang. Dan pengecekan kualitas beras secara berkala, menjaga sanitasi gudang, spraying, hingga fumi­gasi apabila ditemukan indikasi serangan hama.

Selain itu, dalam proses pengeluaran, pihaknya menerap­kan prinsip FIFO (First In, First Out) dan FEFO (First Expired First Out) dari gudang.

Namun dalam praktiknya, penyaluran juga memperhatikan kondisi nyata kualitas beras.

Baca juga : Tarif Kios Jangan Pake Sistem Sewa Mall Dong

Apabila ditemukan penurunan mutu, sambung Rizal, maka pihaknya akan segera melaku­kan tindakan. Seperti fumigasi ulang, pemisahan, hingga pengolahan kembali dengan mesin pemilah modern.

“Ini untuk memastikan hanya beras layak konsumsi yang disalurkan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan, beras yang tidak lagi layak konsumsi tidak serta-merta dibuang. Me­lainkan dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan in­dustri lain, seperti pakan ternak.

“Dengan begitu, setiap butir beras tetap bernilai guna dan tidak terbuang sia-sia,” tuturnya.

Baca juga : Soal Pembelaan Kubu Nadiem, Kejagung: Buktikan Di Pengadilan!

Hingga saat ini, pihaknya telah menyalurkan beras SPHP (Stabil­isasi Pasokan dan Harga Pangan) lebih dari 327 ribu ton dari total penugasan 1,5 juta ton, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Pem­da), TNI-Polri, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), serta para pengecer di pasar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.