BREAKING NEWS
 

Sudah Normal Setelah Dihantam Banjir, Bali Kembali Indah

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 15 September 2025 07:29 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau beberapa titik lokasi terdampak banjir di Denpasar, Bali, Sabtu (13/9/2025). (Foto: Humas Kemenpar).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bali, yang sempat luluh lantak dihantam banjir, kini berangsur pulih. Genangan air telah surut, jalanan kembali bisa dilalui. Pulau dewata itu, indah kembali. 

Hujan deras yang mengguyur Pulau Dewata pada Selasa malam (9/9/2025), sempat memicu banjir bandang dan longsor di banyak titik. Denpasar dan Gianyar menjadi kawasan paling terdampak. 

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari 120 titik banjir tersebar di tujuh wilayah administrasi, dengan 81 titik berada di Denpasar. Kendati begitu, jalur vital, termasuk akses menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, tetap aman dan beroperasi normal.

Proses pemulihan kemudian fokus pada pembersihan material banjir seperti lumpur, puing, pohon tumbang, serta perbaikan infrastruktur. Ribuan aparat, relawan, dan warga dikerahkan untuk mempercepat pembersihan dan menyalurkan bantuan. Kini, semuanya sudah bersih.

"Bali sudah aman dan kondusif. Tidak ada masalah dengan akses ke Bandara Ngurah Rai, pariwisatanya juga normal,” ujar Gubernur Bali I Wayan Koster, di Denpasar, Sabtu (13/9/2025).

Baca juga : Bansos Beras Untuk 18 Juta Keluarga Dilanjut, Zulhas: Ini Bukti Kehadiran Negara

Dia menerangkan, tidak ada negara yang mengeluarkan travel warning atau larangan bepergian ke Bali. Menurutnya, pernyataan ini penting agar wisatawan mancanegara tidak ragu datang ke Pulau Dewata. “Jadi, Bali sudah pulih dan kondusif kembali,” tegasnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana ikut memastikan Bali tetap terbuka untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Dia menyebut, destinasi wisata tidak terdampak banjir dan aktivitas turis berjalan normal.

Widiyanti menerangkan, tidak ada laporan pembatalan kunjungan wisatawan ke Bali, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sudah bekerja keras memperbaiki kondisi. “Alhamdulillah, sekarang Bali sudah berjalan baik dan siap menerima wisatawan,” ucapnya.

Adsense

Meski begitu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Hariyanto mengimbau wisatawan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Dia menyarankan turis membawa payung atau jas hujan, rajin mengecek prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta memperhatikan kondisi fisik saat berwisata.

“Obat-obatan yang diperlukan sebaiknya selalu dibawa, mengingat aktivitas berwisata membutuhkan stamina prima menghadapi cuaca ekstrem,” imbaunya.

Baca juga : 142 Negara Dukung Palestina Merdeka

Selain pemulihan pariwisata, Pemprov Bali juga menggelar kerja bakti massal untuk mempercepat pembersihan. Gubernur Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq turun langsung membersihkan sampah di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, Minggu (14/9/2025). Aksi solidaritas ini melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, komunitas, akademisi, hingga relawan.

Hanif menyebut, sekitar 210 ton sampah pascabanjir harus segera diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. “Sampah ini termasuk sampah spesifik akibat bencana, jadi harus diberlakukan secara darurat,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya penyelesaian masalah sampah sejak dari sumber, sejalan dengan program Gubernur Bali. "Mudah-mudahan bisa segera kita implementasikan dan terus kita kawal,” ucapnya.

Sementara itu, Tim SAR gabungan masih menyisir sejumlah titik untuk mencari 5 korban hilang. Total, sebanyak 17 korban meninggal telah dievakuasi. Koordinator Lapangan Tim SAR Ketut Wirajaya mengatakan, pencarian korban hilang dilakukan lewat jalur darat, sungai, hingga kawasan mangrove. Pencarian ini juga melibatkan anjing pelacak.

"Pencarian terhadap warga diduga terseret arus sungai, karena rumahnya longsor, di hari ketiga ini dengan Tim SAR gabungan dan K-9," ujar Ketut Wirajaya, Minggu (14/9/2025)  

Baca juga : Airlangga-Purbaya-Rosan Trio Kebut Pembangunan

Wirajaya menerangkan, tim gabungan sempat menyisir aliran sungai dan di bagian bawah jembatan lantaran mencium bau bangkai. Namun, hasilnya nihil. "Ternyata yang ditemukan bangkai kucing," ungkapnya. 

Selain itu, Tim SAR gabungan juga melakukan penyusuran darat hingga Muara Nusa Dua, Pamongan, Denpasar. Lokasi tersebut merupakan tempat ditemukannya lima jenazah korban banjir sebelumnya. 

Tim juga menyisir hutan mangrove Batu Lumbang, serta aliran sungai dari Bendungan Bina Permai Ubung. “Total 72 personel diterjunkan hari ini untuk pencarian di beberapa lokasi,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense