RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat politik sekaligus tokoh nasional, Rizal Mallarangeng, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto, di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 sebagai tonggak baru dalam sejarah politik luar negeri Indonesia. Rizal menekankan, kehadiran Presiden Prabowo di forum internasional tersebut menegaskan peran aktif Indonesia di panggung global.
“Dalam hubungannya dengan kita, ada tonggak-tonggak penting. Ini bisa kita katakan, pidato Pak Prabowo tonggak penting salah satunya, tetapi sebelumnya kan tonggak pentingnya sidang umum ke-15, 15 tahun setelah kita merdeka,” kata dia, dalam diskusi terbuka, di Jakarta, Rabu (24/9/2025)
Ia lalu menyandingkan gaya retorika Bung Karno di PBB pada 1960 dengan gaya Prabowo yang dianggap tegas sekaligus elegan. Menurutnya, Bung Karno dan Prabowo sama-sama menekankan pesan moral yang kuat.
Baca juga : Bamsoet: Pidato Prabowo di PBB Manifestasi Tekad Kedaulatan dan Peran Global Indonesia
Rizal juga menyebutkan kutipan Prabowo dari Thucydides, filsuf Yunani, yang terkenal dengan ungkapan “the strong do what they can, the weak suffer what they must.” Menurut Rizal, Prabowo mengambil posisi moral yang lebih tinggi.
“Pak Prabowo bilang, no, might should not always be right, right will forever be right. Itu bagus sebagai, sebagai a principle in foreign policy,” tegasnya.
Ia juga menilai solusi praktis yang ditawarkan Prabowo terkait Palestina dan Israel merupakan langkah diplomasi berani.
Baca juga : Ini 8 Momen Pidato Prabowo Di PBB Yang Disambut Tepuk Tangan Dan Aplaus Berdiri
“Kalau Israel mengakui kedaulatan Palestina, two-state solution, maka kita juga mengakui kedaulatan Israel. Ini moral high ground, tetapi praktikal, kalau tidak diberikan hal seperti ini, Israel tidak ada insentif untuk menghentikan agresinya,” kata Rizal.
Dia menekankan, ke depan peran Indonesia akan semakin ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan teknologi dalam negeri.
“Kalau mau berperan lebih efektif, kita harus menjadi negara yang lebih makmur, kita harus menjadi negara yang lebih terbuka, maju dengan teknologi yang berkembang, dengan perdagangan yang berkembang. If we become poorer, boleh kita ngomong sekeras apa pun, our role will become diminished,” ujarnya.
Baca juga : Pidato Prabowo Di PBB Tegaskan Komitmen Indonesia Pada Perdamaian Dunia
Meski dunia tengah diwarnai konflik Ukraina hingga Gaza, Rizal tetap optimistis. Ia menilai, pidato Prabowo di PBB menunjukkan arah bahwa Indonesia ingin menjadi bagian solusi, bukan masalah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.