RM.id Rakyat Merdeka - Suasana Kabupaten Pati kian memanas. Kubu pendukung Bupati Sudewo dan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menginginkan pelengseran bupati, saling berhadapan dan bersitegang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati. Sudewo bersikukuh, kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBBP2) sebesar 250 persen, tidak membebani rakyat.
Bupati Pati, Sudewo, menghadiri rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati, Kamis (2/10/2025), pukul 10.00 WIB. Rapat itu bertujuan meminta penjelasan Sudewo tentang sejumlah kebijakan kontroversialnya, seperti kenaikan tarif PBB-P2 sebesar 250 persen, serta dugaan pelanggaran dalam mutasi dan promosi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.
Diketahui, Pansus Hak Angket DPRD Pati terhadap Bupati Sudewo, dibentuk Rabu (13/8/2025), setelah ratusan warga Pati menggelar demonstrasi menuntut pemakzulan Sudewo. Aksi tersebut diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menolak kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen.
Baca juga : Wakil Rakyat Di Senayan Mayoritas Diisi Orang Tua
Berdasarkan pantauan, sidang Pansus Hak Angket DPRD Pati dengan agenda meminta keterangan Bupati Sudewo, berlangsung panas. Suasana dalam ruang persidangan tampak tegang, lantaran banyaknya massa pendukung Bupati Pati, dan massa pro pemakzulan yang menunggu di luar Gedung Dewan.
Sebelum sidang dimulai, koordinator AMPB, Supriyono alias Botok dan rekannya, Teguh Istiyanto hendak masuk ke Gedung DPRD Pati sekitar pukul 09.40 WIB. Namun, mereka dicegat massa pendukung Sudewo hingga diseret, dan dipukuli.
Supriyono dapat menghindari amukan massa pro Sudewo dengan cara memanjat pintu gerbang halaman DPRD Pati. Sementara, Teguh terjatuh dan sempat dipukuli massa.
Baca juga : Merger Garuda-Pelita Air Bisa Sehatkan BUMN Penerbangan
Petugas kepolisian pun turun membantu proses evakuasi, hingga kedua pentolan AMPB itu kembali ke posko. Massa AMPB yang mengetahui adanya penganiayaan menggeruduk DPRD Pati sehingga terjadi kericuhan.
Setelah kericuhan di depan DPRD Pati mereda, seorang pria tak dikenal datang ke posko AMPB di depan Kantor Bupati Pati mengendarai sepeda motor bernopol K 3610 DS. Pria tersebut mengeluarkan senjata tajam dan menantang massa dari AMPB.
Usai sidang, dua kekuatan massa saling berhadapan dan kembali bersitegang. Ratusan petugas kepolisian yang sejak pagi telah bersiaga di seputar Alun-alun Pati, langsung bergerak untuk melerai kedua kubu yang akan saling serang.
Baca juga : Airlangga Gaspol Ekonomi Bisa Tumbuh 5,2 Persen
“Kami menurunkan sebanyak 500 personel gabungan, untuk mengamankan sidang pansus dengan agenda memeriksa Bupati Pati Sudewo,” kata Kepala Polresta Pati Kombes Jaka Wahyudi. Kedua belah pihak massa pendukung, kata Jaka, diberikan kesempatan mengikuti jalannya rapat pansus, dengan catatan menjaga kamtibmas dan ketertiban pansus.
“Kedua kubu yang saling berhadapan akhirnya dapat diamankan di depan Gedung DPRD Pati,” tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.