BREAKING NEWS
 

MBG Topang Ekonomi Janda 2 Anak, Sedih Dengar Pihak Minta Program Distop

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 3 Oktober 2025 12:51 WIB
Maria Sudilaksana Mega, juru racik di SPPG Khusus Tangerang Selatan. (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya memberi gizi untuk anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi penopang ekonomi ribuan pekerja dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satunya dirasakan Maria Sudilaksana Mega (42 tahun), relawan di SPPG Khusus Tangerang Selatan.

Janda dua anak yang kini hamil enam bulan itu mengaku hidupnya sangat terbantu dengan adanya MBG. Apalagi sejak berpisah dengan suaminya, tujuh bulan lalu.

Dia pun sedih dengan adanya pihak-pihak yang mendorong MBG untuk distop. “Sedih saya. Saya nggak tahu mau kerja di mana lagi untuk menghidupi anak-anak saya. Mana saya baru saja berpisah dengan suami tujuh bulan lalu dan baru tahu kalau ternyata saya hamil,” ucapnya.

Baca juga : Gobel: Koperasi Benteng Ekonomi Nasional, Jaga NKRI Hingga Ke Desa

Sehari-hari, Mega bertugas sebagai juru racik, yakni menyiapkan bahan makanan dan bumbu sebelum diolah oleh juru masak. Ia bekerja bersama 46 orang lainnya di dapur MBG Tangerang Selatan yang setiap hari memproduksi 3.300 porsi makanan untuk anak sekolah.

Tugas-tugas di dapur itu terbagi mulai dari Kepala SPPG, akuntan, ahli gizi, tim persiapan, juru masak, tim pemorsian, pengemasan, distribusi, hingga pencuci ompreng.

Adsense

Mega mengaku sempat khawatir pekerjaannya akan terhenti setelah pihak dapur tahu dirinya hamil. Namun, pengelola tetap memperbolehkannya bekerja dengan jadwal shift yang lebih ringan. “Pas saya hamil, saya selalu masuk shift siang (13.00–21.00 WIB),” ujarnya.

Baca juga : Akademisi Dukung Jasa Raharja Sebagai Penyelenggara Program Asuransi Sosial

Lewat program ini, Mega sangat terbantu untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. “Alhamdulillah saya bisa menyekolahkan anak saya dan juga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Mega juga merasa bangga bisa ikut menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anak, termasuk anaknya sendiri yang kini duduk di kelas 4 SD.

“Saya bangga dikasih amanat untuk bekerja di sini. Kepada Bapak Presiden, saya ingin menyampaikan banyak terima kasih sudah memberikan makanan bergizi untuk anak-anak saya, juga anak-anak lainnya,” ujarnya.

Baca juga : Bangun Ekonomi Jawa Barat, Unpar Sosialisasi KUR Perumahan Prabowo

Menanggapi desakan agar MBG dihentikan sementara akibat sejumlah insiden keamanan pangan, Mega tegas menolak. Baginya, program ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan penyelamat hidup. Ia pun selalu berpesan kepada anak-anaknya agar menghargai setiap makanan yang mereka terima.

“Saya bilang, tolong hargai ibumu dan orang-orang yang sudah masakin kamu. Mereka bekerja dari jam satu malam. Jadi habiskan makanannya. Kalau ada yang nggak suka, bawa pulang. Jangan pernah sia-siakan makanan,” pungkas Mega.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense