Dark/Light Mode

Supaya Laju Ekonomi Bisa Lebih Kencang

Pemerintah Gaspol Belanja Dan Stimulus

Jumat, 1 Agustus 2025 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar laju pertumbuhan ekonomi nasional di paruh kedua 2025, bisa berlari lebih kencang. Mulai dari percepatan belanja kementerian/lembaga, penguatan konsumsi masyarakat, hingga stimulus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) disiapkan demi menjaga daya beli serta iklim investasi.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pentingnya sinergi antara kebi­jakan fiskal dan non-fiskal guna mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini.

“Percepatan belanja Kemen­terian/Lembaga, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Akselerasi Koperasi Desa Merah Putih, serta pem­bangunan tiga juta rumah akan menjadi motor utama pendorong daya beli masyarakat. Ini akan memperkuat ekonomi nasional,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Kamis (31/7/2025).

Menurutnya, konsumsi rumah tangga akan didorong melalui program padat karya tunai. Sedangkan investasi akan di­topang oleh Kredit Investasi Padat Karya, perluasan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta per­cepatan realisasi Kredit Peru­mahan dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus menjelang momentum akhir tahun. Antara lain insentif Pajak Penambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket pesawat, diskon tarif moda transportasi darat dan laut, serta penyelenggaraan event nasional dan paket wisata terintegrasi.

Baca juga : Armada Mobil Jenazah Gratis Ditambah Dong

Mantan anggota DPR ini mengatakan, kebijakan strategis terse­but turut memperkuat kepercayaan internasional terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia.

Hal itu tercermin dari keputusan lembaga pemeringkat S&P Global yang kembali mengafirmasi per­ingkat kredit jangka panjang Indonesia pada level investment grade BBB dan jangka pendek A-2, dengan outlook stabil.

“Keputusan S&P ini mencer­minkan penilaian positif terhadap disiplin fiskal yang dijaga Pemerintah, serta prospek per­tumbuhan ekonomi yang tetap kuat, kendati tekanan global masih tinggi,” katanya.

Dalam laporan terbarunya, S&P juga memproyeksikan per­tumbuhan ekonomi Indonesia kisaran 5 persen per tahun dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Adapun pertumbuhan tahun 2025 diperkirakan sedikit melambat akibat penyesuaian belanja in­frastruktur. Namun, permintaan domestik diperkirakan tetap menjadi penopang utama.

“Kondisi ini didorong oleh program-program prioritas Pe­merintah dan potensi investasi dari Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara,” kata Airlangga.

Baca juga : Osimhen: Galatasaray Rumah Saya...

S&P juga menilai, hilirisasi dan pembangunan industri ber­basis komoditas akan mem­perkuat ketahanan eksternal Indonesia.

Selama defisit fiskal tetap di bawah 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio pemba­yaran utang terjaga, peringkat Indonesia diproyeksikan tetap stabil. Bahkan, ada peluang ke­naikan jika pendapatan luar negeri meningkat dan ketergantungan pembiayaan eksternal menurun.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo turut menyambut baik keputusan S&P tersebut. Menurutnya, afirmasi rating menunjukkan kekuatan sinergi kebijakan dalam menjaga sta­bilitas ekonomi.

“Afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan outlook sta­bil, merefleksikan kepercayaan yang kuat dari pemangku ke­pentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi Indo­nesia dan prospek pertumbuhan ekonomi tetap kuat,” ujar Perry dalam keterangan resmi BI, Rabu (30/7/2025).

Menurut Perry, BI akan terus memperkuat kebijakan moneter guna menjaga nilai tukar rupiah dan inflasi dalam kisaran target 2,5 persen ±1 persen.

Baca juga : Alwi Vs Ubed, Duel Panas Anak Bangsa

Di saat yang sama, sinergi dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan diintensifkan un­tuk memastikan stabilitas sistem keuangan. Termasuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sejalan dengan agenda pembangunan nasional Asta Cita.

Afirmasi dari S&P ini menjadi yang kedua secara berturut-turut sejak Juli 2024. Hal ini mem­pertegas posisi Indonesia sebagai negara berkembang yang berhasil menjaga kredibilitas fiskal dan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.