BREAKING NEWS
 

Ngadu Soal Rencana Pemotongan Dana TKD, 18 Gubernur Datangi Menteri Keuangan

Reporter : OSPI DARMA
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Kamis, 9 Oktober 2025 06:45 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 18 gubernur yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mendatangi kantor Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Selasa (7/10/2025). Mereka memprotes rencana pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, termasuk di antara para pemimpin daerah yang menghadiri pertemuan. Para kepala daerah menilai, kebijakan pemotongan akan menambah beban daerah, terutama dalam hal pembiayaan pegawai dan pembangunan infrastruktur. 

Dalam pertemuan dengan Menkeu Purbaya, Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, didapuk sebagai juru bicara mewakili para gubernur. Sherly menegaskan, seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) menolak kebijakan pemotongan TKD yang dianggap terlalu besar dan berdampak luas pada pembangunan. 

“Semuanya tidak setuju, karena ada beban Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta janji untuk pembangunan jalan dan jembatan yang cukup besar. Dengan pemotongan, rata-rata setiap daerah sekitar 20–30 persen untuk level provinsi, itu berat,” ujarnya. 

Baca juga : Warga Gembira Dihadiahi SuperSUN, PLN Listriki Daerah Terisolasi Di Sulsel

Dia menambahkan, banyak daerah kesulitan menjaga keseimbangan antara belanja pegawai dan pembangunan infrastruktur, lantaran pemotongan tersebut. 

“Kalau transfernya dikurangi, mau tak mau daerah memotong program lain. Padahal, masyarakat menunggu janji-janji pembangunan yang kami sampaikan,” imbuhnya. 

Senada, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyatakan, kebijakan pemotongan TKD berpotensi menghambat pemerataan pembangunan di daerah. “Aceh punya kebutuhan khusus, terutama untuk pembangunan infrastruktur pasca rekonstruksi. Kalau anggaran dipotong, banyak program yang akan tertunda,” ujarnya. 

Adsense

Mualem, sapaan Muzakir Manaf mengungkapkan, anggaran daerahnya dipotong hingga 25 persen, dengan potongan terbesar berada pada Dana Bagi Hasil (DBH). “Dampak krusial lainnya, beban pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN),” imbuhnya. 

Baca juga : Kolaborasi Dengan Gen Z, Pemerintah Gaspol Kemandirian Energi

Sementara, Menteri Purbaya mengaku memahami aspirasi para gubernur. Namun, dia menegaskan, Pemerintah Pusat harus mempertimbangkan kondisi fiskal negara yang sedang ketat, di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun 2025. 

Selain itu, Purbaya juga meminta para gubernur berbenah diri terlebih dahulu. Dia menyinggung adanya kelemahan dalam manajemen keuangan daerah, termasuk tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang menganggur di bank. 

“Kalau uangnya banyak tapi tidak dibelanjakan secara efektif, hasilnya tidak akan terasa bagi masyarakat,” imbuhnya. 

Dia juga meminta Pemda memperbaiki citra mereka yang, menurutnya, kurang bagus di mata pimpinan pusat. “Image mereka (Pemda) kurang bagus di mata pemimpin-pemimpin di atas, kelihatannya. Jadi, kalau mereka bisa perbaiki itu, nggak ada keberatan. Desentralisasi jalan lagi, bukan sentralisasi,” tegasnya. 

Baca juga : Warga Jakarta Lebih Banyak Ngadu Ke Medsos Pramono

Namun begitu, Purbaya berjanji akan meninjau kembali besaran TKD pada pertengahan triwulan kedua tahun 2026. 

“Saya akan lihat keadaan uang seperti apa, memasuki pertengahan triwulan kedua 2026 nanti. Kalau ekonominya sudah bagus, pendapatan pajak naik, core tax lebih bagus, bea cukai nggak ada bocor, harusnya kan naik semua kan? Kalau naik semua, kita bagi,” janjinya. 

Sebagai ingormasi, Menkeu telah memutuskan menambah alokasi TKD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 43 triliun, dari usulan awal Rp 650 triliun menjadi Rp 693 triliun. Namun, angka tersebut tetap lebih rendah dibandingkan dengan alokasi pada APBN 2025 yang mencapai Rp 919,87 triliun. [OSP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense