RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami kasus dugaan korupsi kuota haji. Penyidik masih fokus mendalami keterangan dari para Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau biro travel haji, yang tersebar di berbagai wilayah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, sejauh ini, penyidik komisi antirasuah telah memeriksa 350 travel haji.
“Paralel untuk kebutuhan penghitungan kerugian negaranya,” ujar Budi menjelaskan alasan pemeriksaan, lewat pesan singkat, Selasa (11/11/2025).
Baca juga : Antonio Conte Kena Sindrom Musim Kedua
Pekan kemarin, kata dia, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap biro-biro travel di wilayah Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.
Budi mengungkapkan, tak semua biro travel haji itu memenuhi panggilan penyidik. KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan. “Karena setiap keterangan dari PIHK dibutuhkan dalam penyidikan perkara ini,” ucapnya.
Sebelumnya, pada 6 Oktober 2025, KPK menyatakan, pengembalian duit korupsi kasus ini nyaris tembus Rp 100 miliar. Uang tersebut dikembalikan oleh sejumlah pihak PIHK dan asosiasi travel.
Baca juga : Tumbangkan Tuan Rumah, Ubed Masuk Babak Utama
Budi memerinci, uang-uang yang disita dalam kasus itu, ada yang dikumpulkan PIHK melalui asosiasi dan diserahkan ke KPK, dan ada pula yang langsung dikembalikan saat pemeriksaan berlangsung.
Menurut Budi, penyidik kini menelusuri lebih jauh praktik pengelolaan kuota haji khusus dari tambahan 20 ribu jemaah pada tahun lalu.
“Termasuk bagaimana asosiasi mendistribusikan kuota ke pada PIHK, dan bagaimana biro travel memberikan sejumlah uang atau kutipan kepada oknum-oknum di Kementerian Agama,” ungkap Budi di KPK, Senin (6/10/2025).
Baca juga : Beri Gelar Pahlawan untuk Pak Harto, Gus Dur, Marsinah: Prabowo Negarawan
Dia menyebut, dalam sistem pengelolaan haji, setiap kuota memiliki “user” untuk mengakses aplikasi pembayaran dan pemesanan fasilitas di Arab Saudi.
Dari penjelasan saksi, kata Budi, user-user itu dikelola oleh asosiasi. Untuk itu KPK akan mendalami mekanisme penginputan kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji oleh asosiasi atau biro travel. Sebab, distribusi kuota haji khusus itu sangat bervariasi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.