BREAKING NEWS
 

Jaga Kedaulatan Digital, Gerindra Berharap Regulasi AI Dikebut

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Senin, 24 November 2025 06:40 WIB
Politikus Partai Gerindra, Muhammad Husein Fadlulloh. (Foto: Dok. DPR)

 Sebelumnya 
Husein mengungkapkan, Indonesia saat ini sudah memiliki sejumlah landasan hukum seperti Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Perlindungan Data Pribadi. Namun, kata dia, pesatnya inovasi teknologi menuntut regulasi yang lebih komprehensif. 

“Teknologi berkembang sangat cepat. Karena itu kita memerlukan undang-undang dan perangkat pendukung agar regulasi AI benar-benar mampu menjaga kepentingan manusia dan negara,” tutupnya. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi merupakan kunci bagi Indonesia untuk mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Baca juga : Pemerintah Luncurkan Diskon Transportasi Nataru, Ekonomi Kian Menggeliat

“Kita tengah memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Di saat yang sama, kita juga dihadapkan pada tantangan besar akibat perubahan demografi,” kata Presiden Prabowo. 

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Sabtu (1/11/2025). 

Presiden menegaskan, Pemerintah berkomitmen mengentaskan kemiskinan dan kelaparan secara cepat dan terukur. Kedua hal itu, menurutnya, merupakan tugas paling mendesak dalam pembangunan nasional. 

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Gaspol Di Akhir Tahun

“Tugas paling mendesak bagi Indonesia adalah mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin. Untuk itu, kami memusatkan seluruh upaya, termasuk dengan memanfaatkan teknologi AI,” imbuhnya. 

Presiden Prabowo mengungkapkan, penerapan kecerdasan buatan di sektor pertanian mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui teknologi pertanian presisi, kata Presiden, Indonesia berhasil meningkatkan produktivitas pangan hingga mencapai swasembada beras dan jagung lebih cepat dari target semula. 

“Awalnya kami menargetkan swasembada dalam empat tahun. Namun berkat teknologi tinggi dan AI, produksi pangan nasional meningkat signifikan, bahkan mencapai tingkat tertinggi sejak Indonesia merdeka,” beber Presiden Prabowo. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense