BREAKING NEWS
 

Semeru Status Awas, Bupati Lumajang Setop Total Aktivitas Tambang Pasir

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Senin, 24 November 2025 21:28 WIB
Erupsi Gunung Semeru. Foto: BPBD Lumajang.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah tegas menyusul naiknya status Gunung Semeru menjadi Level IV atau ‘Awas’. Seluruh aktivitas penambangan pasir, khususnya di aliran Sungai Besuk Kobokan dan wilayah hulu, resmi dihentikan total sementara waktu mulai Senin (24/11).

Keputusan genting ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lumajang Nomor 500.10.2.3/1/427.14/2025. Bupati Lumajang Indah Amperawati memerintahkan seluruh pemegang izin usaha dan pekerja tambang untuk segera mengosongkan lokasi hingga kondisi dinyatakan aman.

"Demi keselamatan warga dan mencegah risiko bencana susulan, seluruh aktivitas penambangan pasir di aliran Sungai Besuk Kobokan serta wilayah berhulu di Semeru dihentikan sementara," tegas Indah dalam keterangannya di Lumajang.

Baca juga : Minggu Rapat Di Hambalang, Prabowo Bahas Penertiban Hutan Dan Tambang Ilegal

Indah menekankan pengawasan di lapangan kini diperketat dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instruksi langsung Kapolri. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas mutlak di tengah ancaman erupsi yang meningkat.

Adsense

Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono menambahkan, kebijakan buka-tutup tambang ini murni berbasis data ilmiah. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta TNI-Polri untuk memantau situasi real-time.

"Penambangan akan dibuka kembali setelah kondisi Semeru dinyatakan aman oleh pihak berwenang," ujar Agus.

Baca juga : Semeru Status Awas, Ini Alasan AirNav Belum Tutup Penerbangan Jatim-Jateng

Di lapangan, Kepala Satpol PP Kabupaten Lumajang Hindam Adri Abadan memimpin tim gabungan untuk melakukan penyekatan ketat. Patroli difokuskan pada jalur vital yang rawan luncuran awan panas, seperti Jembatan Besuk Kobokan.

Petugas juga memblokade akses warga yang nekat mencoba beraktivitas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Regoyo dan area sekitar Pos Pantau Besuk Kobokan. Langkah represif ini diambil untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

"Petugas gabungan melakukan pengamanan wilayah yang berpotensi menjadi jalur luncuran awan panas, termasuk melakukan penyekatan terhadap warga," pungkas Hindam.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense