BREAKING NEWS
 

Menteri Ara Cek Rusun ASN Kemenkeu Di Bali: Rp 300 Ribu Per Bulan Di Pusat Kota

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Selasa, 25 November 2025 11:59 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat meninjau Rumah Susun Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Keuangan yang dibangun di dekat Kota Denpasar, Bali, Senin (24/11). Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau Rumah Susun Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Keuangan yang dibangun di dekat Kota Denpasar, Bali, Senin (24/11/2025). 

Rusun tipe Arunika 36 setinggi empat lantai itu memiliki luas bangunan 3.650,5 m², terdiri dari 120 unit dalam dua tower, dengan kapasitas hingga 480 penghuni.

Maruarar datang untuk memastikan fasilitas hunian yang dibangun menggunakan uang rakyat itu dikelola secara bertanggung jawab dan benar-benar memberi manfaat bagi pegawai.

"Kita harus menjaga uang rakyat dengan benar. Jika membangun hunian menggunakan uang rakyat, hasilnya harus maksimal, berkualitas, dan dirasakan manfaatnya,"ujar Maruarar.

Dalam kunjungannya, ia menyoroti biaya sewa rusun yang hanya Rp 300 ribu per bulan. Harga itu disebut sangat membantu ASN, jauh lebih murah dibanding apartemen komersial di Denpasar yang bisa mencapai Rp 3 juta per bulan.

Baca juga : Menteri Ara Perkuat Kolaborasi Kementerian Demi KUR Perumahan

"ASN diurus, rakyat juga harus diurus. Negara harus hadir untuk semua," tegasnya.

Menteri Perumahan dari Partai Gerindra ini menjelaskan, pembangunan rusun dilakukan melalui kontrak adendum senilai Rp 54,84 miliar dengan masa kerja 270 hari kalender. Proyek ini sudah mencapai tahap Provisional Hand Over (PHO) pada 30 November 2024.

Bang Ara sapaan akrabnya juga menekankan keuntungan lokasi rusun yang berada di Pusat Kota. Menurutnya, hunian dekat kantor dapat memangkas waktu tempuh ASN dan membantu mengurangi kemacetan.

Adsense

"Ini solusi hunian masa depan. Hunian layak, dekat kantor dan mengurangi kemacetan," katanya.

Menanggapi minimnya ketersediaan aset lahan Pemerintah Kota Denpasar, ia menilai pemanfaatan lahan milik Kemenkeu sebagai langkah strategis untuk penyediaan hunian, termasuk untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Baca juga : Bahlil Yakin Nyalakan Perekonomian Desa

"Saya lihat ada lahan yang bagus dan bisa dimanfaatkan untuk membangun rusun bagi MBR di Kota Denpasar. Ini bagian dari kolaborasi dan gotong royong menghadirkan hunian bagi rakyat," ujarnya.

Maruarar juga mengungkapkan, bahwa pihaknya mengusulkan pembangunan sembilan rusun baru pada anggaran 2026, dan lokasi ini akan diusulkan masuk rencana pembangunan.

Kepala KSP, Muhammad Qodari, yang mendampingi kunjungan itu, memberi apresiasi untuk PKP.

"Hari ini kita melihat satu terobosan lagi dari PKP, keberpihakan kepada rakyat kecil. Program perumahan ini berjalan karena kepemimpinan yang kolaboratif," kata Qodari.

Ia juga mengusulkan agar pembangunan rusun ASN di Bali menonjolkan estetika lokal.

Baca juga : Supratman Usul Bahas Royalti Musik Dan AI

"Desain dan estetikanya harus mengikuti budaya Bali. Hunian Pemerintah tetap harus indah dan selaras dengan lokalitas," ujarnya.

Qodari menegaskan, Maruarar berperan sebagai motor kolaborasi lintas sektor dalam percepatan Program 3 Juta Rumah.

"Pak Ara memelopori kolaborasi dalam program perumahan. Ini yang membuat Program 3 Juta Rumah berjalan cepat dan tepat sasaran," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense