RM.id Rakyat Merdeka - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam (Himi Persis) memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memperkuat pemberdayaan perempuan. Hal ini terkait penyelenggaraan Polri Award in Support of UN Women HeForShe Movement 2025.
Ketua Umum Himi Persis, Ghina Ainal Mardliyah, mengatakan bahwa keberanian institusi Polri mengambil peran aktif dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan mendapat sorotan luas dari UN Women dan publik.
“Langkah Polri ini sangat relevan dengan visi kami, membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan menghormati peran perempuan. Apresiasi UN Women terhadap Polri menunjukkan bahwa penghormatan terhadap perempuan dan kesetaraan gender bisa menjadi bagian dari reformasi institusi di Indonesia,” kata Ghina, Jumat (28/11/2025) di Jakarta.
Himi Persis menilai, penghargaan yang diterima Polri tidak hanya simbolis, tetapi juga momentum untuk mewujudkan perubahan nyata dalam struktur dan budaya institusi. Ghina menekankan pentingnya implementasi prinsip kesetaraan gender di seluruh lini, termasuk pelayanan publik.
“Kami berharap momentum ini tidak berhenti pada penghargaan semata, tetapi diikuti dengan implementasi nyata. Polri harus terus menegakkan prinsip kesetaraan gender, memperkuat kapasitas personel perempuan, serta membuka ruang partisipasi perempuan dalam posisi strategis dan operasional,” ujarnya.
Baca juga : KAI Mediasi Kasus Tumbler Hilang, Tegaskan Tak Ada Pemecatan Petugas
Sebagai organisasi mahasiswi yang konsisten memperjuangkan peran perempuan, Himi Persis menekankan bahwa dukungan terhadap Polri harus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga negara, masyarakat sipil, organisasi perempuan, dan generasi muda.
“Kami siap menjadi mitra konstruktif dalam memajukan nilai-nilai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia,” imbuh Ghina.
Menurut Himi Persis, penghargaan Polri Award in Support of UN Women HeForShe Movement 2025 menjadi bukti bahwa institusi Polri serius mendorong perubahan sosial yang inklusif. Upaya ini sejalan dengan prinsip demokrasi dan keadilan gender yang tengah diperkuat di berbagai lembaga publik.
Himi Persis menegaskan, partisipasi perempuan dalam kepemimpinan dan operasional institusi publik bukan sekadar formalitas, tetapi kunci untuk membangun pelayanan yang responsif dan adil bagi seluruh masyarakat.
“Pemberdayaan perempuan di institusi publik akan berdampak luas, tidak hanya pada personel perempuan itu sendiri, tetapi juga pada masyarakat yang dilayani,” kata Ghina.
Baca juga : UN Women Apresiasi Komitmen Polri dalam HeForShe Awards 2025
Dalam pandangan Himi Persis, langkah Polri ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pemerintah lainnya untuk menerapkan budaya inklusif dan menghormati kesetaraan gender.
Himi Persis berharap, penghargaan ini menjadi dorongan bagi generasi muda, terutama mahasiswi, untuk aktif dalam membangun masyarakat yang adil dan setara.
“Momentum seperti ini harus dijadikan teladan. Kita ingin perempuan tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi subjek aktif dalam pembangunan sosial dan budaya di Indonesia,” tambah Ghina.
Selain itu, Himi Persis menekankan perlunya program-program berkelanjutan yang memperkuat kapasitas perempuan di institusi publik. Pendidikan, pelatihan, dan kesempatan memimpin menjadi bagian penting dari agenda tersebut.
“Perempuan harus mendapatkan kesempatan setara untuk memimpin dan berkontribusi secara maksimal. Dukungan Polri membuka ruang bagi transformasi nyata,” ujar Ghina.
Baca juga : RI Resmikan Indonesian Corner dan Teken MoU dengan Perpusnas Pakistan
Himi Persis juga mengajak organisasi perempuan lain untuk ikut mendukung langkah positif Polri dan mendorong terciptanya kebijakan yang ramah gender. “Kolaborasi lintas lembaga, masyarakat sipil, dan generasi muda akan memperkuat perubahan yang berkelanjutan,” kata Ghina.
Ia menambahkan, langkah Polri ini menunjukkan bahwa institusi keamanan pun bisa menjadi pelopor dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. “Ini bukan sekadar simbol, tetapi komitmen nyata yang harus diikuti dengan tindakan konsisten,” tegasnya.
Himi Persis menutup pernyataannya dengan harapan agar inisiatif ini memicu transformasi sosial dan budaya lebih luas di Indonesia. “Semoga langkah positif ini menjadi inspirasi nyata bagi seluruh institusi publik di Tanah Air,” pungkas Ghina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.