Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PTPN I Dukung Hilirisasi Peternakan Kementan untuk Pemerataan Protein Nasional
Minggu, 23 November 2025 21:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melaksanakan survei indikatif calon lahan di area perkebunan PTPN I.
Survei ini merupakan bagian dari program strategis pengembangan hilirisasi peternakan nasional untuk mendorong pemerataan produksi daging ayam dan telur di luar Pulau Jawa.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen perusahaan.
Baca juga : Pakar IPB: Instruksi Tata Ruang Mendagri Penting Untuk Ketahanan Pangan
“PTPN I siap mendukung penuh program hilirisasi peternakan yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Pemanfaatan sebagian aset lahan perkebunan untuk klaster peternakan terintegrasi ini merupakan wujud diversifikasi bisnis kami sekaligus kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya konsep ‘Setiap Pulau Mandiri Protein’. Kami berharap lahan PTPN I dapat optimal mendukung pemerataan produksi di luar Jawa,” ujar Teddy.
Teddy menjelaskan bahwa survei calon lahan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 22–23 November 2025. Tim Kementan mengunjungi beberapa lokasi dalam pengelolaan PTPN I Regional 7, yakni di Lampung (Kebun Kedaton dan Kebun Bergen) serta Sumatera Selatan (lahan Kebun Pabrik Gula Cinta Manis atau Lubuk Liat).
Langkah strategis ini diambil untuk mengatasi ketimpangan produksi nasional. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, dalam kegiatan di Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta (22/11/2025), menjelaskan bahwa saat ini 63 persen dari total produksi telur nasional (6,2 juta ton per tahun) dan produksi daging ayam (sekitar 3,8 juta ton per tahun) masih terpusat di Pulau Jawa.
Baca juga : Pertamina Dorong Kemandirian Siswa Lewat Program Ganti Oli Gratis Nasional
Untuk mencapai pemerataan, Kementan menyiapkan pengembangan klaster produksi di berbagai wilayah. Tahap pertama difokuskan pada 10 provinsi, yakni Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, dan Jawa Timur.
Selain pengembangan klaster, Kementan juga memperkuat hilirisasi ayam terintegrasi melalui pembangunan 323 fasilitas industri ayam, yang meliputi pembesaran, pemotongan, hingga penyimpanan dingin.
Dukungan ini diperkuat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk mendorong integrasi dan modernisasi sektor unggas.
Baca juga : Akhiri Polemik Kuota Haji Segera Terbitkan Kepmenhaj dan Lakukan Sosialisasi
Seluruh upaya ini diarahkan untuk mewujudkan konsep “Setiap Pulau Mandiri Protein”, memastikan pasokan protein hewani dapat dipenuhi dari masing-masing daerah sehingga ketahanan pangan dan keseimbangan ekonomi nasional dapat tercapai.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya