BREAKING NEWS
 

Menangis Di Pelukan Presiden

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : SISWANTO
Selasa, 2 Desember 2025 07:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto memeluk korban bencana di GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tangis pecah berkali-kali saat Presiden Prabowo Subianto meninjau titik-titik pengungsian korban banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, Senin (1/ 12/ 2025). Sehari penuh, Prabowo menjadi tempat bersandar para korban bencana. Mereka curhat, meminta per tolongan, hingga menangis dipelukan Presiden. 

Di GOR Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, suasana sudah padat sejak pagi. Dapur lapangan TNI–Polri mengepul tanpa jeda menyiapkan makanan hangat. Sebelum menyapa pengungsi yang duduk berdesakan, Prabowo yang tiba sekitar pukul 8 pagi, lebih dulu mengecek dapur umum, memperhatikan nasi bungkus yang dibagikan. 

Ketika melangkah menuju GOR, suara anak-anak tiba-tiba memenuhi ruangan. “Selamat datang Bapak, selamat datang Bapak kami ucapkan!” nyanyian spontan itu membuat suasana yang berat sedikit mencair. 

Lalu, terdengar suara lain yang membuat banyak orang tersenyum. Seorang bocah berteriak penuh semangat. Prabowo langsung mengulurkan tangan dan memeluk bocah itu. “Kamu yang panggil-panggil aku, ya?” katanya sambil tersenyum. Sang ibu ikut menyapa lirih, “Sehat selalu ya, Pak.” 

Di posko Basarnas, Prabowo berdialog dengan tim yang sudah seminggu berada di lapangan. “Sudah berapa hari di sini?” tanya Prabowo. “Siap, tujuh hari,” jawab mereka. 

Baca juga : Akses Telekomunikasi Di Sumatera Hampir Normal

“Dari mana kalian?” “Dari Basarnas pusat, Pak.” Dari sana, Prabowo bergerak ke posko kesehatan. Ketika sedang berbicara dengan tenaga medis, seorang ibu tiba-tiba berbalik, memegang lengan Presiden erat-erat, lalu memeluknya sambil menangis. “Ibu sehat ya,” ucap Prabowo pelan, menepuk pundaknya sampai sang ibu mulai tenang. 

Rombongan bergerak ke Aceh Tenggara, kabupaten yang disebut mengalami kerusakan terparah. Bahkan sebelum rombongan tiba, suara tangis warga sudah terdengar dari jalan kampung. Warga membuka akses sempit agar Presiden bisa masuk. Banyak ibu berdiri sambil menggenggam tisu, beberapa memeluk anaknya yang masih pucat. 

“Terima kasih, Bapak Presiden, sudah hadir di kampung kami,” ucap seorang perempuan paruh baya dengan suara bergetar. 

Adsense

Begitu selesai bicara, ia langsung menutup wajahnya dan menangis sesenggukan. Prabowo menggenggam tangannya cukup lama, menenangkannya dengan tepukan lembut di punggung. Di sekitar mereka, beberapa ibu ikut menyeka mata. 

Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, melaporkan jembatan putus, rumah hanyut, desa-desa yang tertimbun lumpur. “Tidak pernah terbayang seorang Presiden hadir langsung di Kabupaten Aceh Tenggara,” ujarnya. 

Baca juga : Demi Aksi Hijau, PKB Jabar Genjot Kader

Di belakangnya, puluhan ibu berdiri rapat, sebagian masih memakai pakaian seadanya, sebagian menggendong anak-anak yang belum berhenti batuk sejak malam banjir. 

Kunjungan Presiden adalah sekaligus untuk pengecekan percepatan distribusi bantuan, pembukaan akses jalan, pengiriman logistik tambahan, pemulihan listrik, dan penanganan desa terisolasi. 

Namun, bagi warga yang menjadi korban, yang jauh lebih penting terasa sederhana: kehadiran Kepala Negara yang bisa mereka lihat dan mereka peluk. 

Di sepanjang kunjungan itu, jumlah pelukan jauh lebih banyak daripada laporan teknis. Para ibu bukan hanya menangis karena kehilangan rumah dan ladang. Mereka menangis karena berhari-hari hidup dalam ketakutan, mencemaskan anak-anak, dan tak tahu kapan bantuan tiba. 

Pelukan menjadi bahasa yang paling cepat dipahami. Di setiap pelukan, terselip permintaan perlindungan, harapan, dan kelegaan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi bencana. 

Baca juga : BNPT Sebar Antidrone Di Sejumlah Objek Vital

Sementara itu, usai kunjungan, Prabowo menyampaikan kondisi lapangan perlahan membaik. Beberapa ruas jalan sudah dapat dilalui. Untuk daerah yang masih terisolasi, akses udara akan diprioritaskan. 

“Nanti kita atur bagaimana rehabilitasi kembali. Supaya rakyat bisa hidup normal lagi,” ujarnya. 

Presiden juga mengapresiasi seluruh unsur yang bekerja di lapangan: TNI, Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, serta warga yang berjibaku sejak hari pertama. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense