BREAKING NEWS
 

Kayu Gelondongan Di Banjir Sumatera, KLH Akan Panggil 8 Perusahaan

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 4 Desember 2025 07:30 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (tengah) bersama Wamen LH Diaz Hendropriyono (kanan) dan Sekretaris Kementerian LH/BPLH Rosa Vivien Ratnawati (kanan) berjabat tangan dengan anggota Komisi XII DPR usai Rapat Kerja di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mulai menyelidiki dan menelusuri asal usul kayu gelondongan yang viral terbawa saat banjir bandang Sumatera. Delapan perusahaan akan dipanggil untuk dimintai keterangannya. 

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, hasil analisis citra satelit pasca kejadian menunjukkan adanya delapan perusahaan yang beroperasi di Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara. Mereka mencakup sektor perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri, hingga pertambangan emas. 

“Perusahaan-perusahaan ini akan kami panggil pada Senin (8/12/2025) sebagai bagian dari klarifikasi dan pengusutan penyebab banjir,” ujar Hanif dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (3/12/2025). 

Ia menjelaskan, karakteristik geografis Batang Toru yang berada di antara lereng curam membuat wilayah tersebut rawan longsor dan banjir bandang ketika curah hujan tinggi. Aktivitas pembukaan lahan di zona curam itu dinilai berpotensi meningkatkan risiko bencana. 

Baca juga : Saatnya Petani Maju, Makmur Dan Sejahtera

Hanif menambahkan, temuan awal mendorong KLH mempercepat pemeriksaan. Unit teknis di lapangan telah diminta melakukan langkah mitigasi serta pendalaman terhadap seluruh aktivitas usaha di jalur rawan bencana. 

“Kami sedang mendalami dan saya sudah minta tim di Bukit Agam mengambil langkah cepat,” katanya. 

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan, pemanggilan perusahaan dilakukan untuk memastikan aspek perizinan dan potensi pelanggaran yang berdampak pada lingkungan. Penyelidikan lanjutan akan ditangani Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLH. 

Adsense

“Kita lihat dulu bentuk pelanggarannya. Sanksi akan ditentukan setelah Gakkum menelaah hasil pemeriksaan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/12/2025). 

Kerusakan Lingkungan 

Baca juga : Bicara Strategi Kampanye 2029, Bahlil Minta Kader Golkar Melek Digital

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, kerusakan lingkungan turut memperparah dampak banjir dan longsor di Sumatera. Pemerintah, kata dia, tidak hanya fokus melakukan evakuasi dan penanganan korban, tetapi juga menelusuri faktor penyebab secara menyeluruh. 

“Selain cuaca ekstrem, kerusakan ling­kungan menjadi salah satu faktor yang memperparah bencana. Pemerintah mene­lusurinya secara serius,” kata Teddy dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025). 

Teddy memastikan, pemerintah pusat akan mengawal investigasi secara menyeluruh, termasuk perbaikan tata kelola DAS. 

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menambahkan, satgas penertiban kawasan hutan sudah turun tangan menelusuri dugaan gelondongan kayu yang terbawa arus. 

Baca juga : Dana Jumbo Dikucurkan Untuk Program Prioritas

Menurut Pratikno, penelusuran dilakukan menggunakan analisis citra satelit untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat. 

Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, Polri telah berkoordinasi dengan kementerian terkait dan akan membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan lebih jauh. 

“Besok (hari ini) kami akan rapat ber­sama untuk menurunkan tim gabungan melakukan penyelidikan dan pendalaman. Jika ditemukan pelanggaran hukum, tentu akan diproses,” kata Sigit di Posko Terpadu TNI, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12/2025). 

Senada dikatakan, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen M Irhamni. Menurutnya, penyelidikan atas temuan kayu gelondongan telah dimulai. “Tim sudah dibentuk. Kalau memang ditemukan unsur pidana, akan kami lanjutkan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/12/2025). [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense