RM.id Rakyat Merdeka - Tim Pertamina melakukan perjalanan kemanusiaan untuk membantu warga terdampak banjir bandang di Aceh sekaligus memastikan kelancaran distribusi energi di wilayah tersebut. Dalam misi yang berlangsung awal pekan ini, tim turut mengantarkan dua warga yang sempat hilang kontak dengan keluarganya setelah bencana melanda pada Jumat (28/11/2025).
Kisah perjalanan itu dibagikan melalui unggahan video di akun Instagram resmi Pertamina, Sabtu (6/12/2025). Dalam rekaman tersebut, tim terlihat menembus genangan banjir di jalur Selawi, Aceh Tamiang, Selasa (2/12/2025), setelah sehari sebelumnya gagal melewati jalur Seumadam karena debit air yang masih tinggi.
“Bukan hanya sekadar perjalanan, namun ini amanah dari nurani… Mina paham situasi saat ini, kami terus berusaha mengulurkan tangan dengan sepenuh hati. Lekas pulih Sumatra,” demikian keterangan dalam video tersebut.
Baca juga : Pengamat Harap Korlantas Beri Reward Warga Yang Taat Bayar Pajak Kendaraan
Tim mengantarkan dua warga yang putus komunikasi sejak banjir menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yakni Hamzirwan, jurnalis asal Langsa, dan Irfan Nasution, warga Kuala Simpang. Setibanya di rumah keluarga Irfan, kendaraan disambut suasana haru. Rumah orang tuanya masih dipenuhi lumpur dengan bekas ketinggian banjir mencapai sekitar lima meter.
“Alhamdulillah, terima kasih sekali teman-teman Pertamina yang sudah memfasilitasi saya untuk ketemu orang tua,” kata Irfan. Tim juga memberikan bantuan logistik kepada keluarga tersebut.
Perjalanan dilanjutkan menuju Langsa untuk mengantar Hamzirwan menemui ibundanya, Ramlah. Sepanjang jalur Aceh Tamiang–Langsa, tim menyaksikan kerusakan infrastruktur, rumah warga, hingga fasilitas umum yang terdampak. Tim juga sempat singgah di rumah sakit yang tidak beroperasi akibat banjir serta bertemu sejumlah relawan yang tengah membawa bantuan logistik.
Baca juga : Peringati Hari Disabilitas, Pertamina Wujudkan Lingkungan Kerja Inklusif
“Masyarakat menemukan jenazah. Rumah sakit tidak bisa beroperasi. Saya orang Tamiang, kembali sebagai jurnalis sambil meliput kondisi seperti ini,” ujar Hamzirwan.
Setibanya di Langsa sekitar pukul 03.02 WIB, Hamzirwan langsung memeluk sang ibu. Perjalanan selama lebih dari 15 jam itu menjadi momentum pelepas rindu setelah keduanya terputus kontak selama bencana.
“Allah memberikan rasa syukur karena masih bisa bertahan… Ya makan apa adanya,” ujar Ramlah.
Baca juga : Bahlil Minta Tambang Diaudit, Tolong Jangan Bikin Petaka
Pertamina menyampaikan bahwa misi kemanusiaan ini dilakukan untuk memetakan kebutuhan bantuan langsung di lapangan, mendukung kerja jurnalis yang meliput bencana, serta memastikan penyaluran BBM dan LPG tetap berjalan di wilayah terdampak. Tim Pertamina Peduli juga akan menindaklanjuti kebutuhan bantuan yang dihimpun selama perjalanan tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.