Dark/Light Mode

Bahlil Minta Tambang Diaudit, Tolong Jangan Bikin Petaka

Jumat, 5 Desember 2025 10:12 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo (tengah) saat mengunjungi pengungsi banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12/2025). (Foto: dok. ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo (tengah) saat mengunjungi pengungsi banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12/2025). (Foto: dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia langsung tancap gas begitu melihat dahsyatnya banjir yang menerjang Kecamatan Pelembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12/2025). Infrastruktur porak poranda, rumah-rumah rusak, dan korban jiwa berjatuhan. Matanya tertuju pada satu hal: bagaimana memitigasi agar kerusakan tidak makin melebar.

Mengacu data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat 5 Desember 2025, banjir bandang di tiga provinsi Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah merenggut 836 korban jiwa, 509 orang hilang, dan 2.700 orang mengalami luka-luka. Ratusan fasilitas umum juga ikut rusak.

Merespons situasi ini, Bahlil tak mau berspekulasi. Namun, Bahlil mengingatkan dengan keras, jika benar ada aktivitas tambang serampangan yang memicu bencana, praktik itu harus dihentikan. Tambang semestinya mengangkat kesejahteraan masyarakat, bukan menghadirkan petaka.

Baca juga : Bahlil Pastikan Sanksi Tegas Untuk Tambang Biang Kerok Bencana Banjir Sumatera

“Ini menyedihkan. Saya pastikan akan menindak tegas para penambang yang bekerja serampangan tidak sesuai ketentuan, jika benar musibah ini terjadi akibat kegiatan pertambangan,” ujarnya geram.

Tak menunggu laporan menumpuk, Menteri ESDM langsung menggerakkan Tim ESDM Siaga Bencana ke lokasi. Alat berat dikebut masuk untuk membersihkan material dan membantu evakuasi. Posko-posko siaga dibuka sebagai pusat komando, agar respons darurat berjalan cepat.

Lima kabupaten di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi ini: Humbang Hasudutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Dampaknya masif, dengan ratusan korban jiwa.

Baca juga : Bahlil Ultimatum Tambang Nakal: Langgar Aturan, Izin Saya Cabut

Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkap faktor pemicu: curah hujan tinggi hingga ekstrem, kontur geomorfologi curam, serta litologi lapuk yang mudah tererosi. Kombinasi itu membuat wilayah tersebut rentan.

“Peningkatan kapasitas masyarakat desa rawan bencana melalui identifikasi tanda awal longsor, jalur evakuasi, serta revitalisasi vegetasi lereng menjadi fondasi pencegahan di tingkat tapak. Pengendalian tata guna lahan pada lereng curam, termasuk pembatasan pembukaan lahan baru dan perbaikan drainase permukaan merupakan langkah struktural yang sangat menentukan, dalam menurunkan risiko pada kawasan permukiman,” saran Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria.

Untuk memastikan penyebab bencana, Badan Geologi mengirim Tim Tanggap Darurat Gerakan Tanah dan Banjir Bandang. “Menindaklanjuti arahan Menteri dan Wakil Menteri Badan Geologi segera mengirimkan Tim TD Gertan/longsor dan banjir bandang di Sumatera (Aceh, Sumut dan Sumbar), PVMBG-BPPTKG Badan Geologi memberangkatkan tim secara bertahap menuju lokasi bencana guna menginventarisir dan menyelidiki apa yang terjadi,” jelas Lana.

Baca juga : Wamenkomdigi Targetkan Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Rampung Pekan Ini

Pemulihan kelistrikan juga jadi prioritas. Bahlil memerintahkan PT PLN (Persero) untuk bekerja cepat memperbaiki jaringan yang rusak akibat banjir. “Saya minta PLN segera memulihkan infrastruktur kelistrikan yang rusak, tumbang akibat hempasan banjir bandang. Pekan ini, semua lokasi bencana akan kembali menikmati penerangan,” tegasnya.

Bahlil juga mengingatkan Pemerintah Daerah, agar memperhatikan nasib anak-anak yang sekolahnya terhenti akibat bencana. “Tolong dipikirkan sekolah anak-anak, jangan sampai berhenti terlalu lama. Kasihan mereka. Berikan perlengkapan sekolah untuk mereka, segera perbaiki sekolah yang rusak,” tuturnya.

Di ujung kunjungan, Bahlil menekankan pentingnya mitigasi, agar tragedi serupa tak kembali terulang. “Tidak boleh ada lagi kejadian bencana yang memakan ratusan korban jiwa dan ribuan masyarakat mengungsi,” gumamnya lirih, sambil mengusap wajah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.