RM.id Rakyat Merdeka - Perayaan Natal Nasional 2025 yang akan berlangsung pada 5 Januari 2026 di Istora Senayan dipastikan berjalan dalam suasana keprihatinan. Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, serta korban erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, masih menyisakan duka mendalam. Ratusan warga meninggal dan ribuan lainnya kehilangan rumah.
Situasi ini mendorong Panitia Nasional Natal untuk merayakan Natal secara sederhana, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan sejalan dengan makna Natal sebagai momen solidaritas bagi mereka yang menderita.
Ketua Panitia Maruarar Sirait menekankan bahwa Natal tahun ini kembali pada esensi: kerendahan hati dan kepedulian.
“Presiden Prabowo meminta agar Natal diselenggarakan sederhana, biaya efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Maruarar, Selasa (9/12/2025).
Acara puncak hanya menggunakan maksimal 30 persen dari total dana yang terkumpul. Tidak ada artis nasional. Panitia memilih penyanyi daerah dan talenta lokal.
Dekorasi dibuat sederhana, termasuk pohon Natal yang dirangkai dari buah-buahan lokal, simbol kesederhanaan dan syukur. Makanan untuk peserta disiapkan UMKM, bukan hotel besar.
Baca juga : Bantuan Dan Brigade Tanggap Bencana Dari KSPSi Sudah Tiba Di Sumbar
Perayaan bakal dihadiri sekitar 3.800 orang, dengan 3.000 di antaranya berasal dari kelompok pelayan gereja, anak yatim, guru sekolah minggu, dan penyandang disabilitas. Juga akan tampil 400 paduan suara gabungan Kristen–Katolik dan ratusan partisipan dari berbagai profesi.
Dana Gotong Royong, Tanpa APBN dan Tanpa Dana BUMN
Panitia menegaskan seluruh pembiayaan berasal dari donasi masyarakat lintas agama. Dana gotong royong itu sejumlah Rp 58 miliar. “Panitia Natal Nasional tidak menerima APBN, tidak memakai dana BUMN. Semua murni dari gotong royong,” kata Maruarar.
Dengan semangat solidaritas dan gotong royong, biaya penyelenggaraan Natal tahun ini sepenuhnya berasal dari dana hasil gotong royong masyarakat: umat Kristen, Katolik, dan bahkan saudara-saudara dari agama lain—Muslim, Buddha, dan Konghucu—yang memberikan sumbangan sukarela.
Bantuan ke Daerah Bencana
Panitia Natal sudah bergerak cepat sejak akhir November 2025 untuk membantu meringankan sesama saudara sebangsa yang terkena musibah erupsi, banjir, dan longsor.
Bantuan sosial pertama dalam rangkaian aksi sosial Natal diberikan kepada warga terdampak erupsi Gunung Semeru sebesar Rp 350 juta. Kemudian, bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor di Medan, Sumatera Utara senilai Rp 550 juta; Tapanuli Tengah–Sibolga, Sumatera Utara Rp 550 juta; Aceh Rp 550 juta; dan Padang, Sumatera Barat Rp 800 juta. Total bantuan sebesar Rp 2,8 miliar.
Ini belum termasuk bantuan dalam bentuk ambulans, obat-obatan, dan pangan. Bantuan ke daerah bencana terus berlanjut. Para relawan kini masih berada di lapangan.
Baca juga : Kapal Tanker Pertamina Non Stop Antarkan Bantuan Untuk Korban Bencana Sumatera
Panitia Natal Nasional menyiapkan total 35 ambulans yang akan diberikan kepada beberapa wilayah prioritas di seluruh Indonesia. Pembagian ini menjadi bagian dari program sosial besar Natal 2025, di samping bantuan pendidikan, sembako, dan renovasi gereja.
Ada 10 titik daerah penerima, yakni Papua, Maluku, NTT, wilayah bencana, dan sejumlah daerah prioritas lain. Setiap titik menerima 3 ambulans. Penyaluran 5 ambulans lainnya diserahkan kepada Panitia Natal.
Aksi Sosial
Sebanyak 70 persen dari dana yang terkumpul dialokasikan langsung untuk aksi sosial, termasuk bantuan bagi korban bencana, pembagian sembako bagi keluarga miskin tanpa memandang agama, bantuan kesehatan, pendidikan, serta renovasi dan pembangunan rumah-rumah ibadah.
Panitia memastikan seluruh dana dikelola secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Aksi Natal Nasional 2025 juga mengalokasikan dana bantuan pendidikan sebesar Rp 10 miliar. Dana itu dibagikan kepada 1.000 siswa. Setiap siswa memperoleh Rp 10 juta.
Program ini menyasar pelajar dan mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah, anak yatim-piatu, anak dari daerah terdampak bencana (Sumut, Sumbar, Aceh, Jatim), peserta dari komunitas gereja atau sekolah Kristen dan Katolik yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Renovasi Gereja
Baca juga : Pertamina EP, PHE ONWJ Dan PHE OSES Salurkan Bantuan Bencana Banjir Di Aceh Tamiang
Salah satu inisiatif terbesar dalam rangka Natal 2025 adalah renovasi 100 gereja di berbagai pelosok Indonesia, didukung antara lain kontribusi Rp 10 miliar dari James Riady dari Lippo Group.
Alokasi dilakukan secara merata dan adil. Enam provinsi di Papua, masing-masing, lima gereja. Sementara NTT, Maluku, dan Maluku Utara juga masing-masing lima gereja.
Sisanya dibagi secara proporsional ke 29 provinsi lain, dengan prioritas khusus bagi wilayah terdampak bencana, yakni wilayah Sumut, Sumbar, dan Aceh, serta provinsi dengan populasi Kristen dan Katolik cukup besar seperti Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
“Kita berharap bantuan renovasi gereja di daerah bencana dapat disalurkan lebih awal dan diselesaikan lebih cepat agar masyarakat dapat segera menggunakannya pada Hari Natal,” ujar Ara, sapaan akrab Maruarar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.