Dark/Light Mode

Bantuan Sudah Masuk ke Wilayah Terisolir, Korban Bencana Lega dan Bersyukur

Jumat, 5 Desember 2025 08:51 WIB
Pengiriman bantuan untuk korban banjir dan longsor Sumatera. (Foto: Tim Media Presiden)
Pengiriman bantuan untuk korban banjir dan longsor Sumatera. (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bantuan untuk korban banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh terus berdatangan dan sudah masuk ke daerah-daerah yang terisolir. Korban bencana pun lega dan bersyukur karena semua kebutuhan dasarnya saat ini sudah terpenuhi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, dan TNI-Polri menjadi tulang punggung pendistribusian bantuan untuk korban bencana. Sejumlah armada udara dikerahkan untuk menjangkau desa-desa yang terputus total. Mulai dari heli MI-17, H225M Caracal, hingga pesawat kecil diterjunkan membawa bantuan pangan dan nonpangan ke titik-titik yang tak bisa ditembus lewat darat.

Muatan yang diterbangkan terdiri dari obat-obatan, makanan bayi, beras, mie instan, biskuit, kasur lipat, hingga kebutuhan khusus perempuan. Di tengah cuaca ekstrem dan jalan kabupaten yang rusak berat, jalur udara menjadi cara aman agar suplai bantuan tidak terhenti.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memastikan, kiriman bantuan di Aceh sudah masuk ke empat wilayah terisolasi di Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

Akses darat menuju Aceh Tamiang sebenarnya sudah terbuka dari Medan, tetapi untuk wilayah lain, distribusi udara masih jadi andalan. Empat helikopter diterbangkan setiap hari. “Tadi ada Heli Caracal pukul 06.00 WIB membawa 1,5 ton bantuan ke Aceh Tengah,” terang Abdul.

Di Sumbar, distribusi udara juga terus dilakukan bagi korban yang masih terisolasi. Abdul menyebut, 6,5 ton bantuan pangan dan nonpangan telah disalurkan ke Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Solok, dan Pesisir Selatan. Rinciannya di Kabupaten Agam 4,1 ton, Padang Pariaman 843 kilogram, Solok 808 kilogram, Kota Pariaman 430 kilogram, dan Pesisir Selatan 250 kilogram.

“Menyikapi masih adanya daerah yang terisolasi, BNPB bersama Basarnas dan TNI melanjutkan pengiriman bantuan melalui udara,” terangnya.

Baca juga : Duduk Lesehan Temui Korban Bencana, Gibran Berkali-kali Minta Maaf

Sementara, di Sumut, jalur darat dari Sibolga menuju Tapanuli Tengah (Tapteng) mulai pulih. Jembatan Pandan yang sebelumnya putus kini sudah selesai diperbaiki.

“Perbaikan jembatan di Batang Toru Tapsel yang hubungkan Tapsel dan Tapteng kota Sibolga juga bertahap bisa dilalui,” lanjut Abdul.

Meski begitu, jalur ke sejumlah kecamatan di Tapteng masih terputus. Untuk menjangkau wilayah tersebut, prajurit TNI dari Satgas Yonif 122/Tombak Sakti terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer. Mereka memikul ratusan karung beras dari titik terakhir yang masih bisa dilewati kendaraan.

Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, bantuan yang dibawa prajurit mencakup 196 karung beras, 84 dus mi instan, 115 dus air mineral, 15 dus biskuit, dan tiga goni pakaian layak pakai. "Seluruh bantuan disalurkan kepada warga terdampak, yakni 120 KK di Desa Naga Timbul, serta masing-masing 20 Kepala Keluarga di Desa Mompang dan Desa Mardame," terang Freddy, Kamis (4/12/2025).

Di banyak tempat, kedatangan helikopter disambut antusias. Anak-anak berlari ke lapangan, orang tua melambaikan tangan, sebagian menahan haru. “Kalau dengar suara helikopter, rasanya kayak ada yang ngangkat beban di dada,” kata seorang warga di Aceh Tengah.

Sebuah video memperlihatkan, heli bantuan mendarat di Kuala Pameu, Aceh, membawa logistik darurat. Warga dan relawan menyambutnya dengan syukur.

“Alhamdulillah. Terima kasih. Bapak-bapak Pemerintah,” tulis salah seorang pengguna Instagram.

Baca juga : Penyebab Banjir Sumatera, 12 Perusahaan Masuk Bidikan

Di Desa Pagaran Lambung I, Adiankoting, Tapanuli Utara, seorang warga bernama Hiras bersyukur karena bantuan terus mengalir. Listrik di daerahnya juga sudah menyala dan komunikasi kembali lancar berkat bantuan perangkat Starlink.

Hiras lega kini bisa berkomunikasi dengan keluarganya yang berada di daerah lain. “Agak legalah. Kami berbicara dengan keluarga di luar daerah sini," ucapnya, di Gereja HKI Parsingkaman, Tapanuli Utara, Sumut, Rabu (3/12/2025).

Adiankoting merupakan wilayah paling parah terdampak di Taput, dengan 23 korban tewas. Jalan nasional dari Tarutung menuju Tapteng dan Sibolga sempat terputus. Kini akses mulai lancar.

Hiras pun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu masyarakat, khususnya korban terdampak yang ada di Taput. “Mudah-mudahan Tuhan selalu memberkati semua yang memberikan bantuan,” tutupnya. 

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan, seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan tanpa terkecuali. Berbagai moda transportasi udara, laut, dan darat bakal dimaksimalkan untuk menembus wilayah yang terisolasi.

Ia menegaskan, Pemerintah tidak membiarkan satu pun warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Armada pesawat angkut berkapasitas besar hingga puluhan helikopter telah bekerja di bawah komando operasi darurat.

Distribusi jalur laut juga dimaksimalkan melalui kapal angkut TNI untuk pengiriman skala besar ke wilayah pesisir. Posko logistik, pos kesehatan, dan dapur lapangan didirikan di berbagai lokasi.

Baca juga : Wacana Amandemen UUD 45, Prabowo Minta Tidak Buru-buru

Pratikno menerangkan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut mengerahkan ribuan personel untuk pemulihan layanan publik di wilayah terdampak bencana. “Baik itu jaringan listrik, telekomunikasi, dan akses jalan serta logistik,” ujarnya.

15 Jam Menuju Daerah Terisolir

Sebanyak lima unit mobil double cabin dari Tim Relawan Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil masuk ke Gayo Lues, yang terisolir karena akses jalan dan jembatan terputus. Relawan bentukan Bupati Safaruddin ini menembus lima titik longsor lewat pegunungan Terangun, Selasa (2/12/2025). Saat ini, para relawan mendirikan pos kesehatan dan berupaya membuka akses sejumlah titik terisolir di Gayo Lues.

Bantuan gelombang kedua dari Abdya juga berhasil menembus Gayo Lues, Rabu (3/12/2025). Namun, pengiriman bantuan yang dipimpin Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi itu baru bisa dikirim menggunakan mobil offroad. Sebanyak 6 unit mobil double cabin yang dikerahkan berhasil melewati medan berat menebus Gayo Lues.

Daerah terisolir lain yang sedang coba ditembus adalah Aceh Tamiang. Sebanyak 3 truk barang bantuan, 1 ambulans, dan 3 minibus berisi relawan dan tim medis dari Pemkab Abdya harus jalan memutar via Medan, Sumatera Utara. Perjalanan Tim Relawan ini turut diikuti jurnalis Harian Rakyat Merdeka. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 15 jam untuk bisa mencapai Aceh Tamiang. BYU/SAR

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.