Dark/Light Mode

Hari Kesehatan Nasional ke-61, DKI Perkuat Penanganan Stroke Dari Hulu Ke Hilir

Jumat, 5 Desember 2025 19:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Jakarta Siaga Stroke 2026 melalui peluncuran Jakarta Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (JakSimpus). 

“Tema ini diangkat karena stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang relatif paling lengkap, sehingga kami mengadakan gerakan pencegahan stroke sejak dini,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Gubernur Pramono menegaskan, Jakarta memiliki visi menjadi kota global berdaya saing yang mengutamakan kualitas hidup masyarakat. 

Baca juga : Gelar Raker 2025, APJAPI Gelar Perkuat Peran Strategis Industri Jasa Penagihan

“Yang paling utama adalah hari ini kami meluncurkan JakSimpus. Saya juga memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan agar pasukan putih yang berjumlah 584 orang, yang selama ini khusus menangani difabel dan lansia, turut mendukung penanganan stroke,” tuturnya.

Ia berharap teknologi informasi melalui JakSimpus akan memperkuat penanganan stroke dari hulu ke hilir.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyambut peluncuran JakSimpus sebagai langkah besar dalam integrasi data kesehatan dan peningkatan layanan publik.

Baca juga : Solidaritas Nasional, Kemenimipas Kirim Bantuan Untuk Korban Bencana Sumatera

“Dengan sistem penanganan yang cepat dan efisien melalui branding Jakarta Code Stroke, dapat kami laporkan bahwa angka kecacatan akibat stroke di Jakarta cukup tinggi, yakni 21,4 persen, dan 2,9 persen di antaranya berakhir dengan kematian. Stroke adalah penyakit yang harus ditangani dalam waktu kurang dari 4,5 jam,” jelas Ani.

Ia menyebut penguatan tata kelola layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam peningkatan global city index, terutama dalam aspek quality of life dan GDP per kapita.

Untuk mewujudkan Jakarta Siaga Stroke 2026, Dinas Kesehatan telah menjalin kolaborasi dengan berbagai lembaga kesehatan, termasuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Pusat Otak Nasional (RS PON).

Baca juga : Joss, BNI Raih 2 Penghargaan BI Awards 2025

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang menjadi provinsi pertama menginisiasi komitmen penanganan stroke skala besar.

“Jakarta tidak hanya menjadi energi bagi Indonesia, tetapi banyak yang tidak tahu bahwa Jakarta adalah the first smart city di Indonesia. Sebagai smart city, aktivitas ekonomi dan pendidikan bergerak sangat cepat di Jakarta. Jakarta selalu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurut Dante, upaya penanganan stroke yang dilakukan Pemprov DKI disebut selaras dengan transformasi layanan kesehatan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.