Sebelumnya
Bey mengatakan, program besar Pemerintah selama ini mendapatkan dukungan dari partai-partai tanpa adanya koalisi permanen. Hal tersebut, kata dia, menunjukkan kematangan politik dan soliditas antarpartai dalam menyukseskan agenda nasional.
Meski demikian, Bey menegaskan, kritik di DPR kepada Pemerintah, tetap akan muncul sebagai fungsi pengawasan. Menurutnya, kritik tersebut lebih banyak diarahkan kepada implementasi kebijakan di tingkat kementerian.
“Jangan sampai program bagus dari Presiden tidak bisa diterjemahkan dengan baik oleh para menterinya,” pungkasnya.
Baca juga : Bupati Ardito Wijaya Kena OTT KPK, Golkar Lampung Tak Mau Berikan Bantuan Hukum
Sikap Bey ini berbeda dengan pernyataan Bedahara Umum (Bendum) Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Sahroni menilai usulan koalisi permanen sangat baik dan diklaim sesuai dengan arahan Ketua Umum (Ketum) Surya Paloh.
“Usulan yang sangat baik, Pak Surya Paloh selalu menyampaikan dalam beberapa kali pidato di acara NasDem di manapun berada,” kata Sahroni, Minggu (7/12/2025).
Sahroni menegaskan, arahan NasDem yakni tetap bersama Prabowo hingga akhir jabatan. Arahan itu, kata dia, disampaikan Surya Paloh kepada jajarannya di seluruh Indonesia.
Baca juga : BTN Guyur KPR Rp 504 T, Layani 5,7 Juta Keluarga
“NasDem mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sampai akhir masa jabatan,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengusulkan pembentukan koalisi permanen pada acara puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta. Usulan itu disampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
“Partai Golkar berpandangan, Bapak Presiden, bahwa Pemerintahan yang kuat membutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini, izinkan kami memberikan saran agar dibuat koalisi permanen,” kata Bahlil, Jumat (5/12/2025).
Baca juga : Indonesia Percepat Proses Aksesi OECD
Gagasan yang dilontarkan Bahlil tersebut direspons Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi. Anak buah Zulkifli Hasan ini bahkan membawa lebih jauh dengan menyarankan agar koalisi permanen dimasukkan ke dalam UU Pemilu. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.