Dark/Light Mode

Tragedi Kebakaran Gedung Terra Drone, Presiden Beri Perhatian Khusus

Kamis, 11 Desember 2025 08:28 WIB
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi jenazah korban kebakaran di gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi jenazah korban kebakaran di gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Kebakaran hebat yang melanda Gedung Terra Drone pada Selasa (9/12/2025) siang, mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden mengutus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian datang ke lokasi kebakaran yang telah menewaskan 22 orang itu.

Tito datang ke Gedung Terra Drone di Jalan Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (10/12/2025). Ia didampingi Wali Kota Jakpus Arifin, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara, dan Kapolres Metro Jakpus Kombespol Susatyo Purnomo Condro.

Tito datang mengenakan batik lengan panjang, lengkap dengan kaca mata hitamnya. Helm ala pemadam kebakaran ia gunakan saat melihat gedung dari dekat, meski tak masuk ke bangunan.

Perhatiannya tertuju pada pintu masuk, yang memang hanya ada satu. Sesekali, Tito mendapat penjelasan dari Bayu dan Arifin. Setelah mendapat informasi yang lengkap dan melihat langsung konstruksi bangunan, ia memberikan penjelasan kepada awak media.

"Saya juga berdiskusi dengan Bapak Mensesneg, yang intinya Bapak Presiden memberikan atensi yang sangat luar biasa terhadap peristiwa ini," ungkap mantan Kapolri ini.

Tito mewakili pemerintah merasa berduka atas 22 pekerja yang wafat. Presiden tidak ingin kejadian serupa terulang. Dirinya diperintahkan untuk mengevaluasi prosedur, tata cara pencegahan kebakaran gedung-gedung.

Baca juga : Koalisi Permanen untuk Stabilitas Pemerintahan

Tito menegaskan, setiap pembuatan bangunan harus melalui pengujian: pencegahan atau mitigasi kebakaran. Mengingat, banyak bangunan berisiko tinggi di Jakarta. Artinya, jika terjadi kebakaran risikonya lebih besar dibandingkan gedung yang rendah.

Tito juga akan meninjau kembali segala aturan yang mengatur tentang perizinan pembangunan gedung-gedung. Hal tersebut meliputi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sertifikat laik fungsi (SLF), dan Sistem One Single Submission (OSS).

Terkait Gedung Terra Drone sendiri, Tito akan menurunkan tim dari Kementerian Dalam Negeri untuk mengecek administrasi bagaimana gedung ini bisa berdiri. Terlebih gedung ini memiliki 6 lantai ditambah rooftop di atas gedung.

Tito mngatakan, korban yang meninggal karena kehabisan oksigen. Soal sanksi yang terdap perusahaan, ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Kapolres Metro Jakpus Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan penyebab kebakaran yang begitu besar. Kata dia, gedung ini merupakan tempat servis dan gudang drone.

"Berapa sebenarnya stok baterai yang mungkin baru datang atau dan sebagainya, Nanti perkembangan akan kami sampaikan," ungkap Susatyo.

Diketahui, Sejak Selasa (9/12/2025), Polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan secara pararel. Hingga saat ini, Polres Metro Jakpus telah memeriksa tujuh saksi yang terdiri dari enam karyawan dan satu warga sekitar.

Baca juga : Disambut Hangat Saat Masuki Pakistan, Prabowo Dikawal JF-17 Thunder

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur pidana berupa kelalaian atau penyebab lain yang telah diperkirakan sebelumnya. Namun, informasi awal, pemilik gedung dan pemilik usaha merupakan dua orang yang berbeda.

Kepolisian juga sudah memeriksa perwakilan manajemen PT Terra Drone Indonesia. Tujuannya, untuk memastikan apakah manajemen sudah memperhitungkan risiko usaha penyediaan drone.

Selain itu, kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakpus untuk mengevaluasi pemberian izin usaha pada gedung tinggi. Menurut Susatyo, perlu ada langkah tegas terkait penghentian sementara pemberian izin usaha apabila ditemukan pelanggaran.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, seluruh biaya pemakaman dan perawatan korban ditanggung Pemerintah Provinsi. "Ini kan bencana, musibah, kenapa Pemprov (bertanggung jawab). Tidak bertanggung (jawab) salah, tanggung jawab juga ada yang nanya,” ucap Pramono saat ditemui di wilayah Senayan, Rabu (10/12/2025).

Dalam situasi darurat, pemerintah wajib hadir tanpa perlu memperdebatkan soal kewenangan. Selain itu, Pramono juga menekankan bahwa bantuan diberikan karena menyangkut kemanusiaan dan keselamatan warga.

Terkait penyebab kebakaran, Pramono menilai bangunan Terra Drone tidak memenuhi standar keselamatan. Dugaannya, struktur gedung dibangun tanpa mengikuti aturan sehingga memperburuk jalur evakuasi saat api muncul.

"Problem utamanya adalah kalau semuanya mentaati aturan pasti tidak terjadi. Ini kan pasti dibangun tanpa aturan. Kalau saya lihat struktur dan sebagainya pasti mereka melanggar aturan," ulasnya.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Hunian Sementara Korban Bencana

Hingga kemarin, tim dokter RS Polri berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah. Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Brigjen Prima Heru menyebut telah melalukan rekonsiliasi ketiga.

"Untuk menentukan identitas korban dan memutuskan ada 12 jenazah berhasil teridentifikasi. Kemarin malam 3, tadi pagi 7, dan sore ini ada 12. Jadi total 22," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gedung Terra Drone mengalami kebakaran Selasa (9/12/2025) siang. Dalam hitungan menit, gedung tersebut berubah jadi jebakan maut.  Tercatat 22 orang tewas termasuk seorang wanita hamil dalam kebakaran tersebut.

Kobaran api muncul sekitar pukul 12.30 WIB. Saat peristiwa terjadi, sebagian karyawan sudah keluar untuk makan siang. Sebagian lain memilih tetap bekerja. Tak lama, dentuman keras terdengar dari lantai dasar. Api langsung membesar. Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh ledakan dari baterai drone yang sedang dicas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.