BREAKING NEWS
 

Selamatkan 20 Warga Saat Banjir Bandang, Sertu Giman Pertaruhkan Nyawa

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 21 Desember 2025 07:35 WIB
Anggota Koramil 02 Karangbaru, Kodim 0117/Aceh Tamiang Sertu Giman Saputra bersama Keluarga bayi yang diselamatkannya menggunakan baskom pada banjir besar yang melanda Kecamatan Karangbaru, Kabupaten Aceh Tamiang 26 November yang lalu.

RM.id  Rakyat Merdeka - Personel TNI Sersan Satu (Sertu) Giman Saputra rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan warga saat banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada 26 November lalu. Anggota Koramil 02 Karangbaru Kodim 0117 Aceh Tamiang ini berenang sendirian, mondar-mandir di tengah arus deras untuk mengevakuasi 20 orang yang terjebak banjir. 

Saat banjir mulai melanda, Giman baru saja pulang dari kantor desa setelah menghadiri kegiatan pemilihan kepala desa. Memasuki malam hari, kondisi semakin parah sehingga ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang di rumahnya sendiri. 

Di tengah situasi tersebut, Giman mendapat kabar masih ada warga yang terjebak di dalam rumah dan bertahan di atas atap seng. Dengan keterbatasan alat, ia bersama istrinya berupaya menolong warga sekitar. 

Sebagai seorang prajurit, Giman merasa memiliki kekuatan dan kemampuan. Namun lebih dari itu, sebagai manusia biasa, ia juga memiliki perasaan serta empati. 

Usai memastikan keluarganya berada di tempat lebih tinggi dan aman, Giman kembali ke rumah-rumah yang terendam. Dengan berenang bolak-balik, ia mengevakuasi warga satu per satu.

Baca juga : Disambangi Dubes RI Untuk AS, Trump: Saya Sahabat Dekat Prabowo

Sebuah ban bekas pinjaman dari tetangganya ia gunakan sebagai alat bantu. Ada lansia, anak-anak, hingga balita yang berhasil diselamatkannya. “Saya sebagai manusia ya punya hati nurani lah. 

Saya korbankan nyawa. Insya­ Allah memang saya sanggup. Makanya saya nekat tolong mereka semua,” kata Sertu Giman saat ditemui di sekitar rumahnya di Desa Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang, Sabtu (20/12/2025). 

Giman mengaku mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya agar proses evakuasi berjalan hingga tuntas. Kondisi fisiknya saat itu nyaris tidak sanggup lagi menahan lelah. 

“Walaupun saya waktu itu mau pingsan rasanya. Tapi minta pertolongan Ya Allah. Berilah aku kekuatan. Di situ timbul lagi semangat saya,” kenangnya. 

Adsense

Nyaris tanpa istirahat, Giman terus berenang mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang terendam air hingga lebih dari empat meter. Setelah menjemput warga, ia naik ke atap seng, lalu kembali lagi ke arus banjir. 

Baca juga : Ubaid Matraji: Menambah Beban Hafalan Bagi Siswa

“Terus, terus, terus sampai selesai. Sekitar jam lima sore baru benar-benar selesai,” ujarnya. 

Giman juga sempat menolong sesama anggota TNI yang hanyut bersama anaknya dengan alat seadanya. “Jadi waktu itu saya menyelamatkan empat orang, termasuk anak tentara dan bapaknya, pakai rakit dari jeriken,” tutupnya. 

Saat mengevakuasi warga lain, Giman dihadapkan pada kondisi paling krusial, yakni menyelamatkan seorang bayi yang masih sangat kecil. “Saya bilang ke kakeknya, kalau bayi ini digendong, saya tidak bisa menjamin keselamatannya. Saya minta dicarikan baskom untuk bayi itu,” kata Giman. 

Menurutnya, atap seng tempat warga berlindung saat itu sudah bergoyang dan nyaris hanyut karena terbentur arus serta benda-benda yang terbawa banjir. Demi keselamatan, bayi tersebut lebih dulu dievakuasi menggunakan baskom sebelum menyelamatkan warga lainnya. 

Ibu bayi tersebut tak kuasa menahan rasa syukur dan haru saat mengenang peristiwa dramatis itu. “Ini anak baru satu bulan. Alhamdulillah selamat, ditolong Pak Giman,” ujarnya. 

Roji, warga Kabupaten Aceh Tamiang, bersyukur sekeluarga selamat dari banjir bandang berkat bantuan Sertu Giman.

Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Secara Prinsip, Punya Argumen Sangat Kuat

Roji, warga Desa Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang, juga tak henti mengucap syukur dan terima kasih ke Gimam. Berkat pertolongan Giman, ia bersama empat anggota keluarganya berhasil selamat dari banjir bandang yang menerjang rumahnya. 

“Pak Giman menyelamatkan kami pakai ban. Kami tidak tahu lagi harus minta tolong ke siapa. Untung Pak Giman datang menyelamatkan kami. Kalau tidak, saya tidak tahu bagaimana nasib kami,” ujar Roji saat ditemui di rumahnya, Jumat (19/12/2025). 

Saat banjir terjadi pada 26–27 November lalu, rumah Roji terendam air setinggi lebih dari empat meter dan nyaris hanyut tersapu arus. Dalam kondisi genting tersebut, Giman hadir dan menyelamatkan keluarga Roji.

“Alhamdulillah, itulah malaikat, pak, kirim Pak Giman. Puji Tuhan ya. Terima kasih banyak, enggak sanggup kami balas kebaikan Pak Giman,” ucapnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense