Dark/Light Mode

Modifikasi Crane Jadi Tower Darurat, Terobosan PLN Cepat Pulihkan Listrik Aceh

Minggu, 21 Desember 2025 06:30 WIB
Crane Jadi Tower Darurat. (Foto: Dok. PLN)
Crane Jadi Tower Darurat. (Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terus mempercepat pemulihan pasokan listrik di Aceh. Berbagai tantangan di lapangan mulai dari lumpur, sisa material banjir hingga akses jalan yang terbatas, tak menyurutkan langkah PLN untuk bisa segera mengembalikan aliran listrik untuk masyarakat.

Salah satu terobosan dilakukan PLN, memodifikasi alat berat berupa crane menjadi tower darurat pada jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa. Upaya ini menuai hasil mengembirakan. Sistem kelistrikan Sumatera–Aceh, kembali interkoneksi. Dengan sistem yang kembali terhubung, pasokan listrik kini dapat dialirkan secara bertahap dan aman ke berbagai wilayah, termasuk Banda Aceh dan sekitarnya. 

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo berdialog dengan Bupati Aceh Tamiang dan warga, di Masjid Besar Al-Huda, Aceh Tamiang, Sabtu (20/12/2025). (Foto: Dok. PLN)

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, inovasi ini dipilih karena kondisi di salah satu titik transmisi Aceh Tamiang belum memungkinkan pembangunan tower darurat secara konvensional dalam waktu cepat. 

Baca juga : Pemerintah Terapkan WFA Dan Beri Diskon Transportasi

“Di lapangan, kami menghadapi endapan lumpur, material sisa banjir, serta akses kerja yang terbatas. Kondisi ini membuat pembangunan fondasi tower darurat membutuhkan waktu lebih lama, sehingga kami memilih solusi yang tetap aman agar pemulihan dapat terus berjalan,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025). 

Setelah interkoneksi kembali tersambung, lanjutnya, PLN menyalurkan listrik dengan penuh kehati-hatian. Proses penormalan dilakukan secara bertahap demi menjaga keselamatan masyarakat. Terutama di wilayah yang masih tergenang air atau berlumpur. 

"Pada proses ini, kami lakukan secara bertahap dan hati-hati untuk menjaga keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terdampak genangan air atau lumpur," tutup Darmawan. 

Baca juga : Kebahagiaan Ibu Berpengaruh Terhadap Kebahagiaan Anak

Sementara itu, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Putra Nugraha menuturkan, penggunaan crane sebagai tower darurat merupakan solusi teknis sementara agar jalur transmisi bisa segera difungsikan tanpa harus menunggu kondisi tanah sepenuhnya pulih. 

“Setiap langkah percepatan yang kami lakukan harus tetap mengutamakan keandalan sistem dan keselamatan seluruh pihak. Karena itu, tiap keputusan teknis diambil secara cepat dan berdasarkan pengujian di lapangan,” jelas Edwin. 

Ia menambahkan, seiring membaiknya kondisi lokasi terdampak, PLN akan melanjutkan pembangunan tower permanen sesuai standar ketenagalistrikan. 

Baca juga : Aston Villa Vs Manchester United, Keras Tapi Menghibur

“Kami akan terus berupaya maksimal di lapangan hingga pemulihan kelistrikan Aceh benar-benar tuntas dan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat kembali andal,” tambahnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.