BREAKING NEWS
 

Pdt Jimmy: Natal Nasional Perkuat Moderasi dan Persatuan Bangsa

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 23 Desember 2025 18:51 WIB
Tokoh pemuda rohaniawan Kristen, Pdt Jimmy M. I. Sormin (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rangkaian Perayaan Natal Nasional 2025 digelar untuk memperkuat persatuan di tengah kemajemukan Indonesia. Momentum tersebut diapresiasi tokoh pemuda rohaniawan Kristen, Pendeta (Pdt) Jimmy M. I. Sormin, sebagai wujud kehadiran negara dalam merawat toleransi, keadilan, dan perdamaian lintas umat beragama.

“Ini menunjukkan pengakuan negara terhadap keragaman sekaligus komitmen untuk merawat persatuan dalam kebhinekaan. Dampaknya tentu bukan hanya bagi umat Kristen, tetapi juga bagi seluruh masyarakat,” ujar Pdt Jimmy, di Yogyakarta, Selasa (23/12/2025).

Menurut Jimmy, Perayaan Natal Nasional 2025 menjadi momentum penting untuk merajut kebersamaan antarumat Kristiani, yakni umat Kristen dan Katolik, sekaligus memperkuat relasi dengan masyarakat lintas agama. Ia menilai, perayaan ini merupakan tonggak kebangsaan yang menegaskan peran negara dalam merawat kesetaraan, keadilan, dan perdamaian di tengah realitas Indonesia yang majemuk.

Baca juga : BNPT Gandeng Gus Baha Perkuat Deradikalisasi Lewat Dialog Kebangsaan

Jimmy menegaskan, perbedaan merupakan keniscayaan, ibarat satu tubuh dengan banyak anggota. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dapat dimaknai sebagai anugerah Tuhan yang memperkaya kehidupan bangsa.

“Perbedaan bukan ancaman, melainkan karunia dan kekayaan yang menuntut tanggung jawab untuk dijaga, dirawat, dan diberdayakan,” ujarnya.

Adsense

Instruktur Nasional Moderasi Beragama ini menegaskan, Natal bukan sekadar peristiwa liturgis yang dirayakan di ruang ibadah, melainkan peristiwa yang relevan dan signifikan dalam kehidupan sosial. Terlebih, di tengah berbagai bencana yang melanda Indonesia, semangat Natal diharapkan mampu memulihkan relasi, meringankan penderitaan, dan membangun harapan bersama.

Baca juga : Bank Syariah Nasional Resmi Beroperasi, Bidik Jadi Mitra Keuangan Keluarga

Jimmy juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur toleransi dan kearifan lokal Indonesia. Menurut mantan Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) ini, moderasi beragama tidak cukup ditanamkan lewat teori atau pelatihan formal semata, melainkan harus diteladani dan diwariskan.

“Moderasi beragama ditanamkan terutama melalui teladan hidup: sikap menghargai perbedaan, bahasa yang penuh kasih, serta kebiasaan berdialog secara terbuka dan penuh hormat,” katanya.

Ia menilai, benteng paling kuat melawan radikalisme berawal dari keluarga dan lingkungan terdekat. Pendidikan karakter melalui keteladanan nyata menjadi kunci pembentukan iman yang dewasa.

Baca juga : Stok Energi Nataru Aman, Pertamina Diapresiasi Menteri ESDM

“Ketika anak-anak melihat orang tua hidup dalam kasih sayang, keterbukaan, dan tanggung jawab sosial, mereka akan tumbuh dengan iman yang inklusif dan tidak mudah terjerumus pada sikap intoleran,” tegas Jimmy.

Karena itu, Ketua Majelis Jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Marga Mulya Yogyakarta ini mendorong agar Perayaan Natal Nasional 2025 berlangsung harmonis dan damai, tanpa dipenuhi polemik yang berpotensi memecah belah.

“Masyarakat harus semakin dewasa dan tidak mudah diprovokasi atau diadu domba. Indonesia adalah bangsa besar, bukan hanya secara ekonomi dan politik, tetapi juga besar dalam welas asih, keadilan, dan perdamaian,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense