RM.id Rakyat Merdeka - Sebagian besar akses jalan di sejumlah wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mulai pulih.
Seiring membaiknya kondisi lapangan, sebanyak 19 kabupaten dan kota di Sumatera menetapkan status transisi darurat bencana.
Pemerintah mencatat, dari total 81 ruas jalan nasional yang terdampak bencana, sebanyak 72 ruas atau hampir 90 persen telah kembali beroperasi.
Sementara itu, sembilan ruas lainnya masih dalam percepatan penanganan agar dapat segera difungsikan secara penuh.
Baca juga : Jelang Akhir Tahun, Harga Sembako Stabil
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, penetapan status transisi darurat menandai pergeseran penanganan dari fase tanggap darurat menuju tahap awal pemulihan.
“Saat ini sudah menetapkan status transisi darurat total 19 kabupaten kota telah menetapkan status transisi darurat. Ada 6 kabupaten kota di Aceh, 6 di Sumatera Utara dan 7 di Sumatera Barat,” kata Muhari dalam siaran di kanal YouTube BNPB, dikutip Minggu (28/12/2025).
Selain itu, BNPB mencatat, masih ada empat kabupaten dan kota yang tengah berproses dalam penetapan surat keputusan (SK) peralihan dari status tanggap darurat menuju transisi darurat.
Muhari menjelaskan, terdapat perbedaan fokus penanganan antara kedua fase tersebut. Pada masa tanggap darurat, pemerintah memprioritaskan pencarian dan pertolongan korban, serta pemenuhan kebutuhan logistik warga terdampak.
Baca juga : Dikunjungi 37 Ribu Orang, IKN Jadi Primadona Wisata Baru
“Selain itu dilakukan pembukaan akses jalan, pemulihan komunikasi, serta pemenuhan sektor energi dan air bersih,” ucapnya.
Memasuki fase transisi darurat, upaya pencarian dan pertolongan tetap dilakukan, tetapi mulai dikurangi di titik-titik tertentu. Sebab, kemungkinan ditemukannya korban, semakin kecil, terutama di kawasan permukiman dan pusat aktivitas warga.
Meski demikian, operasi pencarian oleh tim SAR gabungan tetap dilanjutkan di sejumlah titik yang masih teridentifikasi sebagai lokasi pencarian. “Seperti kita sampaikan kemarin di beberapa titik itu sudah hampir dipastikan tidak ada jasad korban yang mungkin masih ada di kawasan pemukiman atau di pusat-pusat aktivitas warga,” tutur Muhari.
Pada fase ini pula, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah mulai menggeser fokus ke langkah awal rehabilitasi dan rekonstruksi.
Baca juga : Jajal Jembatan Darurat Kutablang, Macet 3 Jam
Agenda yang disiapkan meliputi pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), pembersihan kawasan terdampak, serta revitalisasi infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Muhari menyebut di wilayah Sumbar dan Sumut, kondisi akses jalan nasional relatif telah pulih sehingga mendukung percepatan pembersihan kawasan dan distribusi logistik. “Sejalan dengan itu dilakukan pembersihan kawasan, pembersihan lingkungan, dan revitalisasi infrastruktur,” bebernya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.