Sebelumnya
Selain infrastruktur, BNPB juga menargetkan pemulihan layanan pendidikan. Fasilitas pendidikan seperti sekolah dan madrasah diharapkan mulai beroperasi pada pertengahan Januari 2026, seiring dimulainya pembelajaran semester genap.
Untuk sekolah-sekolah yang belum pulih sepenuhnya akibat genangan lumpur, BNPB menyiapkan tenda darurat sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar.
“Kita juga menyiapkan beberapa tenda darurat sehingga untuk sekolah-sekolah yang memerlukan perbaikan nanti proses belajar mengajar akan kita lakukan di tenda-tenda sementara,” kata Muhari.
Di lapangan, sejumlah akses transportasi yang sebelumnya terputus kini mulai pulih. Jalur Sibolga–Tarutung yang sempat ditutup akibat longsor telah kembali dibuka setelah material longsoran dibersihkan oleh petugas gabungan, dan kini dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Di Aceh, akses dari Bener Meriah menuju Bireuen juga mulai terbuka melalui sejumlah jalur alternatif.
Baca juga : Jelang Akhir Tahun, Harga Sembako Stabil
Selain pembukaan jalan, pemulihan difokuskan pada jembatan nasional yang terdampak banjir dan longsor. BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI, Polri, dan BNPBD mempercepat pemasangan jembatan darurat Bailey di sejumlah titik strategis, antara lain di Lawe Penanggalan, Aceh Tenggara, dan Wih Ni Pase, Bener Meriah.
“Target umumnya selesai hingga 30 Desember, meski ada beberapa titik yang diperkirakan rampung pada awal Januari,” ungkap Muhari.
BNPB juga melaporkan pekerjaan perbaikan jalan nasional di Provinsi Sumut dan Sumbar telah rampung sehingga akses transportasi kembali dapat dilalui kendaraan. Jalur penghubung Banda Aceh dan Medan yang sebelumnya mengalami 13 titik kerusakan kini telah sepenuhnya ditangani.
“Per hari ini, tidak ada lagi jalan maupun jembatan yang terputus,” ucapnya.
Baca juga : Dikunjungi 37 Ribu Orang, IKN Jadi Primadona Wisata Baru
Muhari menambahkan, Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, yang menjadi bagian jalur lintas Sumatera, telah rampung dikerjakan dan mulai difungsikan pada Sabtu (27/12/2025).
Meski demikian, BNPB mencatat masih terdapat sejumlah akses yang dalam tahap penyelesaian. Pemerintah memprioritaskan percepatan perbaikan pada ruas Bireuen–Bener Meriah serta jalur lintas tengah yang mencakup Pidie–Takengon–Gayo Lues hingga Kutacane.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pemulihan konektivitas menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terhambat.
“Dari 81 ruas jalan nasional yang terdampak, sekitar 72 ruas atau hampir 90 persen sudah kembali berfungsi. Sembilan ruas lainnya masih dalam proses percepatan dan terus dikerjakan tanpa henti,” kata Pratikno dalam konferensi pers, Kamis (25/12/2025).
Baca juga : Jajal Jembatan Darurat Kutablang, Macet 3 Jam
Pratikno menyebut percepatan penanganan dilakukan agar arus logistik, layanan darurat, serta mobilitas masyarakat bisa segera kembali normal. Upaya pemulihan melibatkan lintas kementerian/lembaga, termasuk pemerintah daerah dan aparat di lapangan. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.