RM.id Rakyat Merdeka - Refleksi akhir tahun dimanfaatkan Dewan Pembina BACenter, Burhanuddin Abdullah, untuk menegaskan arah penguatan ekonomi nasional ke depan.
Dalam forum bertema "Refleksi Akhir tahun Untuk Membangun Masa Depan" Burhanuddin menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ekonomi sekaligus penyiapan agenda strategis jangka panjang.
Menurut Burhanuddin, sepanjang 2025 BACenter bersama Lembaga Kajian Prasasti berfokus membangun fondasi kebijakan ekonomi yang lebih efisien dan berkeadilan. Kedua lembaga tersebut dirancang memiliki peran berbeda, namun saling melengkapi.
“Di tahun 2025, salah satu langkah penting yang kita lakukan adalah pembentukan Lembaga Kajian Prasasti dan BACenter. Keduanya memiliki fokus yang berbeda namun saling melengkapi,” ujar Burhanuddin digelar di Hotel Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Senin (29/12/2025) malam.
Baca juga : Jelang Akhir Tahun, Harga Sembako Stabil
Ia menjelaskan, Lembaga Kajian Prasasti diarahkan untuk melakukan kajian makroekonomi, mencakup kebijakan moneter, fiskal, perdagangan, investasi, hingga kebijakan industri. Fokus utamanya adalah peningkatan efisiensi ekonomi nasional, terutama melalui penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih relatif tinggi.
“ICOR yang tinggi menunjukkan mahalnya biaya investasi untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Jika efisiensi meningkat dan ICOR dapat ditekan, maka biaya pertumbuhan akan lebih terjangkau dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, BACenter memusatkan perhatian pada penguatan UMKM dan koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional. Burhanuddin menegaskan, mayoritas aktivitas ekonomi nasional digerakkan oleh UMKM, sekaligus menjadi penyerap terbesar tenaga kerja.
Ia juga menyoroti peran koperasi sebagai wujud ideologi ekonomi bangsa yang tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945, dengan asas kekeluargaan sebagai landasan pembangunan ekonomi.
Baca juga : PNM Kembali ke Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan dan Perkuat Proses Bangkit Pascabencana
Sejalan dengan itu, BACenter mendukung berbagai kebijakan pemerintah, termasuk pembangunan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih, sebagai langkah konkret pemerataan ekonomi.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak lagi menciptakan kesenjangan, tetapi justru lahir dari pemerataan aktivitas dan kesempatan ekonomi,” tegasnya.
Burhanuddin juga menyinggung pentingnya pembentukan Undang-Undang Sistem Perekonomian Nasional sebagai amanat konstitusi. Ia menyebut naskah akademik RUU tersebut telah selesai, sementara penyusunan batang tubuh undang-undang masih berlangsung.
Menjawab soal dampak kajian terhadap kebijakan publik, Burhanuddin menegaskan seluruh riset yang dilakukan diarahkan untuk mendorong perubahan regulasi dan legislasi.
Baca juga : Erick Thohir Gandeng Kemenpar, Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi
“Penelitian tidak boleh berhenti sebagai kajian akademik semata. Tujuan akhirnya harus sampai pada perubahan regulasi, bahkan legislasi, serta implementasinya,” ujarnya.
Terkait target penyelesaian RUU Sistem Perekonomian Nasional pada 2025, Burhanuddin menyampaikan optimisme, sembari menegaskan peran BACenter dan Prasasti sebagai penyedia masukan teknokratis bagi pembuat kebijakan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.