RM.id Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan jajarannya agar tidak anti kritik dan tidak “baper” atau terbawa perasaan, saat mendapat sorotan publik. Selain ikhlas menerima kritik, polisi juga diminta responsif terhadap setiap pengaduan masyarakat.
Hal itu diungkapkan Sigit saat memaparkan Rilis Akhir Tahun 2025 Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).
“Respons cepat segala macam bentuk kritik dan pengaduan. Kita tidak boleh baperan kalau muncul istilah no viral no justice,” imbau Sigit.
Sigit meyakinkan, Korps Bhayangkara terus bekerja menindaklanjuti aduan, tak peduli viral atau tidak. Dia pun meminta polisi semakin responsif dan terus berbenah. “Jangan sampai yang sudah baik, kita rusak lagi,” pesan Sigit.
Baca juga : Ngebut Bangun Huntara, Pekerja Rela Kerja Lembur
Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri ini menyatakan, masyarakat menilai positif kinerja Polri sepanjang tahun 2025. Hasil survei menunjukkan, tren kepercayaan publik terhadap Polri naik, baik dari lembaga survei internasional maupun nasional.
Survei Litbang Kompas pada November 2025, misalnya, menempatkan Polri sebagai tiga besar lembaga negara paling dipercaya publik. Bahkan, dalam kategori lembaga penegak hukum, Polri menempati peringkat pertama dengan tingkat kepercayaan 78,2 persen.
“Tingginya kepercayaan ini jadi motivasi dan semangat bagi institusi dan seluruh personel, untuk terus bekerja lebih profesional dan akuntabel,” ucapnya.
Tingginya kepercayaan tersebut, sejalan dengan kondisi keamanan di lingkungan tempat tinggal. Mayoritas responden merasa aman, hanya sebagian kecil masyarakat yang merasa tak aman. Sebanyak 84,1 persen responden percaya Polri mampu melindungi masyarakat.
Baca juga : Sepanjang 2023-2025, BNPT Berhasil Gagalkan 27 Rencana Serangan Terorisme
“Ini akan terus ditingkatkan, utamanya menekan kriminalitas dan menjaga stabilitas sosial. Mayoritas masyarakat tak merasa takut terhadap kehadiran polisi, melainkan merasa lebih terlindungi,” ungkap Sigit.
Sementara hasil survei internasional The Global Safety Report yang dirilis Gallup, Indonesia meraih skor 89 pada Law and Order Index. Skor ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-19 dari 144 negara. Indeks ini mengukur tingkat rasa aman masyarakat, serta kepercayaan terhadap penegak hukum.
Selain itu, dalam indikator Safe to Walk Alone at Night, sebanyak 83 persen responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan di malam hari. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-25 dari 144 negara.
Meski mendapat apresiasi positif, Kapolri meminta seluruh jajarannya tak berpuas diri. Anggota Polri diminta terus melakukan perbaikan dan evaluasi, meningkatkan kinerja institusi sejalan arah transformasi Polri, baik bidang operasional, SDM dan pendidikan latihan, pelayanan publik, penegakan hukum, maupun pengawasan.
Baca juga : Internal PPP Sumatera Selatan Memanas, Kantor DPW Disegel Kelompok Massa GPK
Kapolri juga tetap meminta maaf kepada masyarakat jika capaian kinerja lembaganya belum memenuhi harapan di tahun 2025. Sigit mengaku, Polri di bawah kepemimpinannya, jauh dari kata sempurna.
“Atas nama pimpinan Polri, keluarga besar Polri, kami dari lubuk hati kami yang paling dalam mengajukan permohonan maaf,” ucap Sigit.
Dia pun meminta dukungan publik. Kapolri berjanji, Polri akan memperkokoh profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.