Sebelumnya
Meski begitu, ia meminta warga menerapkan kembali protokol kesehatan ketika sakit.
“Makan bergizi, istirahat cukup. Kemudian juga vaksin itu boleh-boleh saja, tapi sifatnya opsional jadi nggak wajib, boleh untuk kelompok rentan,” ujarnya.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine sebelumnya, menyebut, penyebaran super flu terjadi di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas pasien adalah perempuan dan kelompok usia anak.
Baca juga : Sekolah Berlumpur, Kini Kinclong Lagi
Sementara itu, Ahli Epidemiologi Dicky Budiman menegaskan, super flu bukanlah fenomena baru. Ia menjelaskan, influenza telah dikenal lebih dari seabad dan pernah menjadi penyebab pandemi flu Spanyol pada 1918.
Dicky mengatakan, influenza terdiri dari banyak varian, yakni A, B, C, dan D. Namun, yang menyebabkan flu musiman pada manusia terutama influenza adalah varian A dan B.
Dicky menyebut, super flu memiliki dampak paling serius kalau menjangkiti kelompok rentan seperti lansia. Bahkan, varian tersebut sering bermutasi, walaupun tidak separah Covid-19. Dia juga menjelaskan, super flu merupakan varian turunan dari H3N2 yang memiliki kecendurungan lebih cepat menyebar.
Baca juga : Golkar Sumatera Utara Gonjang-Ganjing Lagi
Meskipun angka kematiannya masih di 0,1 persen, serangan virus terhadap usia rentan kerap menyebabkan penderitanya masuk rumah sakit. Meski gejalanya mirip flu biasa, ada ciri khusus yang perlu diwaspadai, terutama potensi pneumonia pada lansia. Super flu juga bisa muncul lebih cepat dari siklus flu musiman, terutama di negara empat musim.
Dicky menyebut, beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai. Yakni demam tinggi di atas 39 derajat lebih dari dua hingga tiga hari, sesak napas, dan saturasi oksigen di bawah 90. “Itu tanda bahaya,” tegasnya. Pada ibu hamil, penurunan pergerakan janin menjadi alarm penting.
Pada anak, tanda seperti kebiruan di sekitar bibir atau cuping hidung kembang-kempis menandakan masalah pernapasan serius.
Baca juga : Tanggapi Guyonan Prabowo, PKB Setia Dan Tegak Lurus
“Pentingnya vaksin influenza trivalent yang melindungi dari H1N1, H3N2, dan influenza B,” katanya.
Penyebaran super flu di dunia juga mendapat perhatian otoritas kesehatan global. Varian ini pertama kali terdeteksi pada Agustus 2025 oleh CDC Amerika Serikat dan sejak itu muncul di lebih dari 80 negara, dari AS, Eropa, Australia, Jepang, hingga Indonesia. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.