RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dinilai menjadi aktor penting di balik keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam waktu yang jauh lebih cepat dari target.
Pengakuan itu disampaikan Pakar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) University Prima Gandhi menanggapi capaian swasembada pangan yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini.
Menurut Gandhi, capaian itu menjadi tonggak penting sejarah pembangunan pertanian nasional. Ia menilai keberhasilan mencapai target empat tahun hanya dalam waktu satu tahun merupakan bukti adanya kerja nyata, baik pada aspek teknis maupun strategis.
“Apresiasi yang tinggi pantas disampaikan kepada Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran yang telah mampu mengorkestrasi langkah-langkah kebijakan dengan visi, disiplin, serta komitmen kuat terhadap tercapainya kemandirian pangan nasional,” ujar Gandhi dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, capaian swasembada tersebut merupakan buah dari kerja sistematis yang mencakup penguatan produksi, optimalisasi lahan, penyediaan sarana-prasarana pertanian, hingga keberhasilan menjaga stabilitas pasokan beras nasional.
Baca juga : Kedaulatan Pangan Terwujud
Gandhi juga menyebut cadangan beras nasional kini berada pada level tertinggi dalam sejarah Indonesia. Hal itu, menurutnya, memperlihatkan kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan produksi, distribusi, dan stok secara konsisten.
Ia menilai kolaborasi antar-lembaga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Kerja sama pemerintah pusat dan daerah, lembaga riset, BUMN pangan, serta petani di lapangan disebutnya sebagai bukti bahwa sinergi kebijakan publik dan kerja teknokratik dapat menghasilkan capaian luar biasa.
Meski demikian, Gandhi mengingatkan bahwa tantangan selanjutnya adalah menjaga keberlanjutan swasembada tersebut. Ia menilai strategi pertanian ke depan tidak boleh berhenti pada pencapaian, tetapi harus diarahkan pada transformasi sistem pangan nasional.
Sejumlah agenda strategis yang ia soroti meliputi konsistensi peningkatan produktivitas berbasis inovasi dan teknologi pertanian, penguatan rantai pasok dan sistem logistik pangan nasional, serta perlindungan harga di tingkat petani agar kesejahteraan meningkat.
Selain itu, Gandhi menyebut pengembangan hilirisasi komoditas strategis dan diversifikasi sumber pangan lokal juga perlu menjadi perhatian agar ketahanan pangan tidak bergantung hanya pada satu komoditas.
Baca juga : Jaksa Minta Izin Sita Rumah Nadiem, Pengacara Ajukan Penangguhan Penahanan
“Menteri Pertanian memiliki peran sentral dalam menjaga momentum sekaligus merancang kebijakan transformatif agar capaian swasembada tidak bersifat temporer, melainkan menjadi fondasi ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tegasnya.
Gandhi berharap capaian swasembada ini menjadi inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus membangun sistem pertanian yang tangguh, mandiri, dan berdaulat demi kedaulatan pangan Indonesia ke depan.
Sebelumnya, Presiden Subianto menyatakan kebanggaannya atas capaian swasembada pangan yang berhasil diwujudkan pemerintah hanya dalam waktu satu tahun. Salah satu indikator capaian tersebut terlihat dari cadangan beras pemerintah yang mencapai 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Prabowo mengatakan swasembada pangan sebelumnya ditargetkan dapat tercapai dalam kurun waktu empat tahun. Namun berkat kerja keras dan sinergi seluruh jajaran pemerintah, target tersebut dapat direalisasikan lebih cepat.
“Waktu saya dilantik menjadi Presiden, saya beri target empat tahun swasembada pangan. Terima kasih saudara-saudara bekerja keras, bersatu, dan kompak sehingga dalam satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato pada acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).
Baca juga : Mbak Titiek Apresiasi Peran Kapolri Percepat Swasembada Pangan
Prabowo menegaskan capaian swasembada pangan merupakan bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat, berdaulat, dan mandiri. Menurutnya, kemandirian pangan menjadi fondasi utama bagi kelangsungan hidup dan kemerdekaan suatu bangsa.
Ia mengingatkan Indonesia pernah menghadapi ancaman krisis pangan akibat ketergantungan pada impor, terutama saat pandemi Covid-19 melanda dunia, ketika pasokan beras dari luar negeri sulit diperoleh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.